UMBULHARJO,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kota Yogyakarta mengapresiasi Ikatan Elektromedis Indonesia (IKATEMI) Kota Yogyakarta yang memberikan pelayanan kalibrasi alat kesehatan maternal-neonatal secara gratis. Pelayanan itu dilakukan pada alat kesehatan maternal-neonatal puskesmas di Kota Yogyakarta. Kalibrasi gratis alat kesehatan itu adalah kegiatan pengabdian masyarakat dari IKATEMI untuk memperingati Hari Elektromedis Nasional.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengucapkan terima kasih kepada IKATEMI Kota Yogyakarta terkait kegiatan bakti elektromedis IKATEMI secara serentak. Salah satunya melakukan kalibrasi alat-alat kesehatan maternal-neonatal milik Pemkot Yogyakarta secara gratis. Total ada sekitar  125 alat kesehatan milik Pemkot Yogyakarta yang dilakukan kalibrasi dalam kegiatan bakti IKATEMI itu.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo saat mengecek peralatan kesehatan terkait maternal-neonatal dari puskesmas -puskesmas di Kota Yogyakarta yang menjadi sasaran kalibrasi dari bakti IKATEMI Kota Yogyakarta.

“Kami sangat berterima kasih karena hari ini bakti elektromedis dan di seluruh Indonesia secara serentak, kemudian juga melayani secara gratis. Oleh karena itu sangat membantu kalau menurut saya,” kata Hasto saat bakti elektromedis IKATEMI di Rumah Dinas Wali Kota Yogyakarta, Sabtu (18/4/2026).

Menurutnya kalibrasi atau kegiatan peneraan alat ukur terkait kesehatan itu penting untuk pengukuran yang tepat, akurat dan terkait keselamatan pasien. Hasto yang juga berprofesi sebagai dokter kandungan itu mencontohkan timbangan manual kalau terlalu banyak diinjak atau digunakan, berpengaruh ke gerak jarum lebih cepat karena bisa jadi komponennya kendur. Contoh lainnya Doppler alat untuk memantau aliran darah dalam pembuluh darah dan mendeteksi detak jantung janin, jika eror diagnosisnya bisa salah.

Hasto saat memberikan sambutan bakti Elektromedis IKATEMI Kota Yogyakarta dalam rangka Hari Elektromedis Nasional.

“Saya kira seperti Doppler itu penting, karena denyut jantung janin itu, kalau sampai eror (alatnya) waduh repot. Jadi denyut jantungnya sudah di bawah 120, tapi di situ (alat) masih muncul 140. Nah, ini diagnosisnya salah. Harusnya sudah fetal distress, tapi ternyata masih dianggap normal. Makanya mengecek alat-alat ini menurut saya penting secara periodik dan penting secara humanistik,” jelasnya.

Hasto juga berharap ke depan adanya edukasi terkait penggunaan alat-alat ukur kesehatan yang benar untuk menghasilkan data yang akurat. Terutama bagi kader-kader posyandu. Pihaknya juga mengapresiasi tema kegiatan bakti elektromedis yang dikaitkan dengan kesehatan ibu dan kelahiran bayi atau maternal neonatal karena menjadi standar derajat kesehatan.

Sementara itu Ketua DPC IKATEMI Kota Yogyakarta Imas Setya Gunawan menjelaskan kegiatan pengabdian masyarakat berupa pemeliharaan dan kalibrasi peralatan Maternal-Neonatal oleh tenaga elektromedis dari IKATEMI dilakukan secara serentak di sejumlah daerah dan untuk mencatatkan rekor pada Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Kegiatan itu mengusung tema Alat Terawat dan Terukur, Ibu dan Bayi Selamat. Di Kota Yogyakarta kalibrasi dilakukan oleh sekitar 29 tenaga elektromedis dari rumah sakit dan civitas akademika.

“Dalam pelaksanaannya di Kota Yogyakarta, kami melibatkan 18 puskesmas. Puskesmas-puskesmas telah mengirimkan alat perawatan maternal dan neonatal untuk dilakukan pengecekan. Ini adalah kegiatan sosial murni. Tidak ada biaya apapun yang dibebankan, baik kepada peserta maupun fasilitas kesehatan,” terang Imas.

Dia menyebut fokus utama kegiatan itu adalah pemeliharaan intensif terhadap alat-alat kesehatan pada 7 jenis alat  antara lain  tensimeter, fetal doppler, Electrocardiograph (ECG), pulse oxymeter, timbangan bayi, Cardiotocography (CTG) dan lampu tindakan obsgyn. Target awal bisa melakukan pemeliharaan terhadap 180 unit alat. Namun, berdasarkan rekapitulasi terakhir yang masuk sekitar 125 unit alat dari puskesmas-puskesmas di Kota Yogyakarta.