UMBULHARJO,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kota Yogyakarta berkomitmen dalam menjamin kesehatan para calon jemaah haji yang akan berangkat bulan April 2026. Komitmen itu diwujudkan melalui Dinas Kesehatan melakukan pemeriksaan kesehatan, pengukuran kebugaran, vaksinasi meningitis hingga mengirim beberapa tenaga kesehatan ke Arab Saudi untuk memastikan jemaah haji dapat beribadah dengan lancar.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Emma Rahmi Aryani mengatakan pemeriksaan kesehatan calon jemaah haji sudah dimulai November 2025. Pengukuran kebugaran jasmani dan sampai saat ini rangkaian vaksinasi dan penyiapan berkas-berkas kesehatan.
“Hasil pemeriksaan kesehatan jemaah dikategorikan dalam status istithaah kesehatan (kemampuan kesehatan). Sebagian besar masuk dalam kategori istithaah kesehatan dengan pendampingan obat,” kata Emma saat dikonfirmasi, Kamis (16/4/2026).
Kesehatan merupakan satu dari tiga syarat istithaah dalam melaksanakan ibadah haji, yaitu pengetahuan, ekonomi, dan kesehatan. Istithaah kesehatan jemaah haji memiliki makna kemampuan jemaah haji dari aspek kesehatan meliputi fisik dan mental yang terukur dengan pemeriksaan sehingga bisa menjalankan ibadah haji sesuai dengan syariat agama Islam.
Menjelang keberangkatan haji, Emma mengingatkan para calon jamaah haji Kota Yogyakarta untuk selalu menjaga kesehatan dan kebugaran dengan istirahat yang cukup agar tidak kelelahan. Di samping itu tetap mengikuti saran dokter terutama bagi jemaah yang mendapat pengobatan rutin, menjaga pola makan serta tetap beraktifitas fisik sesuai kemampuan dan konsisten.
“Jaga kesehatan dengan makan- makanan bergizi. (Saat haji) Minum air zam-zam yang banyak walau tidak haus. Pakai masker di keramaian, istirahat cukup. lindungi diri dari panas dengan memakai payung maupun topi. Bagi jemaah yang berisiko untuk selalu mengkonsumsi obat rutin,” terangnya.
Adminkes Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Rohadanti menambahkan ada tenaga kesehatan Kota Yogyakarta yang mengawal sebagai tenaga kesehatan daerah (TKHD) bersama tenaga kesehatan dari Pemda DIY dan Tenaga Kesehatan Indonesia (TKHI/PPIH) dari pemerintah pusat. Ada tiga orang tenaga kesehatan dari Pemkot Yogyakarta yang bertugas yakni sebagai TKHD 1 orang dokter dari RS Jogja, sebagai TKHI 1 orang perawat dari RS Pratama dan 1 orang perawat RS Jogja sebagai petugas haji daerah.
Sementara itu Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Pengelolaan Data dan Sistem Informasi Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Lana Unwanah menegaskan untuk mengantisipasi penyakit meningitis dilakukan vaksinasi meningitis kepada seluruh calon jemaah haji sebelum berangkat ke tanah suci. Hal itu penting mengingat nantinya para jamaah haji akan berangkat ke Mekkah dan berbaur dengan jutaan jemaah dari berbagai negara. Potensi tertularnya penyakit bisa terjadi seperti penyakit meningitis. Namun selama ini tidak ada jemaah dari Kota Yogyakarta yang terkena meningitis setelah pulang ibadah haji.
“Setelah pulang dari tanah suci, ada pemantauan kepada jemaah haji selama dua sampai tiga minggu oleh petugas surveilans puskesmas. Jika ada gejala-gejala batuk, pilek, panas, sesak nafas, nyeri menelan agar jemaah haji melapor ke puskesmas wilayah setempat,” jelas Lana.
Adapun jumlah calon jemaah haji dari Kota Yogyakarta yang diberangkatkan tahun 2026 sebanyak 494 orang yang terbagi dalam 4 kelompok terbang (kloter). Rinciannya kloter 1 sebanyak 2 jamaah bergabung dengan Kabupaten Kulon Progo berangkat 21 April 2026, kloter 6 sebanyak 353 jemaah semua dari Kota Yogyakarta). berangkat 28 April 2026, kloter 7 ada 3 jemaah bergabung dengan Kabupaten Bantul berangkat 29 April 2026 dan kloter 26 sebanyak 136 jemaah berangkat 20 Mei 2026. Jemaah yang lanjut usia (lansia) sebanyak 189 orang. Jemaah tertua 85 tahun dan termuda 16 tahun. (Tri)
Keterangan foto : Dokumentasi Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta saat pemeriksaan kebugaran calon jamaah haji Kota Yogyakarta 2026.



