KOTAGEDE,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kota Yogyakarta memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi seperti kesehatan dan pendidikan. Kemantren, kelurahan dan pengurus wilayah di kampung diharapkan memperhatikan jika ada warga terlantar dan memastikan kebutuhan dasar hidup terpenuhi. Diharapkan kasus anak TK, Azizah Chandrasari yang terpaksa memulung untuk membantu ayahnya karena sakit, tidak terjadi. Kisah Azizah itu viral di berbagai media dan menjadi perhatian.
Meskipun Azizah dan ayahnya Hermanto atau Siman bukan warga KTP Kota Yogyakarta, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo dan dinas-dinas terkait di Pemkot Yogyakarta berupaya membantu mereka. Terutama terkait kesehatan dan pendidikan serta kehidupan yang layak untuk anak. Siman serta anak-anaknya Azizah dan adiknya Agip berdomisili kos di wilayah Giwangan. Siman sendiri ber-KTP di Jomblangan, Banguntapan, Bantul. Kini mereka tinggal di Yayasan Rumah Singgah Bumi Damai di Purbayan, Kotagede.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menyapa dan berbincang dengan Hermanto atau Siman (kanan) dan putrinya Azizah  di Rumah Singgah Bumi Damai .

Hasto menegaskan, Pemkot Yogyakarta terhadap warga KTP mana pun, kalau ada masalah di wilayah kota  berupaya membantu mengurus. Apalagi melihat anak kecil seperti Azizah yang usia sekolah, kemudian tidak sekolah. Bersyukur dari Yayasan Bumi Damai yang menjadi salah satu Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak di Kota Yogyakarta mitra Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Yogyakarta juga merespon untuk menjamin pengasuhan dan pendidikan Azizah serta adiknya.
“Pemerintah di mana saja wajib untuk memperhatikan itu. Pemerintah harus hadir untuk memenuhi kebutuhan dasar wajib ya kesehatan, ya pendidikan. Makanya Azizah sama adiknya ini, pemerintah hadir memenuhi kebutuhan pendidikan dan kebutuhan kesehatannya. Tidak boleh diajak kerja dulu nanti dia tidak sekolah dan tidak terurus kesehatannya,” kata Hasto ditemui usai menyapa Siman dan anak-anaknya di Rumah Singgah Bumi Damai, Minggu (19/4/2026).

Hasto merangkul dan berbincang ringan dengan  Azizah seperti soal cita-cita Azizah menjadi seorang dokter hewan.

Hasto menuturkan Siman ayah Azizah bekerja sebagai pencari rosok atau pemulung dan tidak memiliki rumah, berpindah-pindah kos. Kondisi Siman juga sakit di bagian kepala ada benjolan atau tumor. Oleh sebab itu harus dibantu. Pemkot Yogyakarta melalui Dinas Kesehatan telah membantu mengaktifkan kepesertaan BPJS Kesehatan Siman. Termasuk akan merujuk ke RS Jogja untuk pengobatan lebih lanjut karena Siman mau berobat dan  dioperasi. Siman juga rela anaknya diasuh di Rumah Singgah Bumi Damai.
“Urusan wajib dasar itu harus diselesaikan. Apalagi kalau warga Kota. Wong bukan warga kota saja kita dengar juga, kita harus bantu menyelesaikan. Kita juga komunikasi dengan Bantul itu harus menyelesaikan. BPJS-nya juga dibantu diaktifkan kita menghubungi Bantul untuk mengaktifkan. Jadi prinsipnya itu kita membantu kehidupan jangan mengenal wilayah. Kalau kita merawat satu kehidupan sama dengan merawat semua kehidupan,” terangnya.

Hasto yang juga berprofesi sebagai dokter mengecek benjolan di kepala Hermanto.

Selain membantu aktivasi BPJS Kesehatan, Hasto menyatakan bantuan konkret juga diberikan melalui Yayasan Rumah Singgah Bumi Damai untuk membantu pengasuhan anak-anak yang menjadi sasaran. Menurutnya kasus Azizah  tidak terpantau sejak awal karena bukan penduduk KTP Kota Yogyakarta, sehingga tidak menjadi pantauan RT RW kelurahan karena tidak ada datanya. Tapi setelah dicek Siman yang berasal dari Lubuk Linggau Sumatera terdata memiliki KTP Jomblangan, Banguntapan, Bantul.
“Maka kami itu keliling tiap minggu bedah rumah itu sebetulnya untuk memastikan bahwa di kota ini tidak ada orang yang tidak layak hidup atau hidupnya tidak layak. Harus diangkatlah. Makanya kita selalu sampaikan seperti itu agar tidak ada lagi nanti Azizah-Azizah yang lain,” tegas Hasto.

Sementara itu Hermanto atau Siman menyambut baik atas respon dan bantuan dari Wali Kota Yogyakarta dan jajaran dinas terkait Pemkot Yogyakarta serta dari Yayasan Bumi Damai. Siman mengaku sebelumnya Azizah sudah bersekolah TK. Namun benjolan di kepalanya yang awalnya kecil terus bertambah besar dan sakit berdenyut. Dalam setahun ini ia sering sakit sehingga Azizah membantu memulung dan mengurus rumah karena istrinya sudah tidak hidup bersama.
“Saya sangat senang dibantu untuk anak-anak saya dan juga untuk mengobati penyakit saya. Ya sangat-sangat terima kasih sama Pak Wali Kota mau ngangkat penyakit yang di atas kepala saya ini,” ucap Hermanto.

Sedangkan Pengurus Yayasan Rumah Singgah Bumi Damai, Hana Qotrunada menyampaikan Ipda Ali Nur Suwandi pemilik Yayasan Rumah Singgah Bumi Damai berkunjung ke kos yang ditempati Azizah serta ayah dan adiknya. Melihat kondisi Siman yang sakit dan Azizah serta kos di dekat sungai akhirnya dibawa ke rumah singgah. Ipda Ali selaku Kanit Provos Polsek Kotagede, Polresta Yogyakarta selama ini sering terjun langsung membantu anak-anak yatim piatu maupun terlantar.
“Bapaknya (Siman) selama sakit dirawat di sini dulu. Yang penting kita menyelamatkan anak-anaknya juga, biar sekolah dan dapat tempat tinggal yang layak. Di sini ada pendidikan agama, nggih. Tapi untuk sekolah memang dititipkan di sekolah (formal sekitar),” pungkas Hana.