Home / Nasional dan Internasional / Israel “Serang” 3 Negara Ini, Sebut Dukung Iran dan Main Dua Kaki

Israel “Serang” 3 Negara Ini, Sebut Dukung Iran dan Main Dua Kaki

Foto: Data pelacakan kapal dari MarineTraffic menunjukkan kapal-kapal bergerak melalui Teluk menuju Selat Hormuz pada hari Sabtu (18 April). (Tangkapan Layar Video Reuters/MARINE TRAFFIC)

Jakarta,REDAKSI17.COM – Ketegangan diplomatik di markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memanas setelah Israel secara terbuka menuding sejumlah negara besar ikut “bermain dua kaki” dalam krisis Selat Hormuz.
Duta Besar Israel untuk PBB Danny Danon melontarkan kritik tajam terhadap perwakilan Prancis, China, dan Pakistan. Ia menuduh ketiga negara itu secara efektif mendukung Iran dengan dugaan membuat kesepakatan demi mengamankan jalur pelayaran kapal mereka di tengah blokade.

Pernyataan keras itu muncul setelah sejumlah laporan media menyebutkan bahwa kapal-kapal komersial dari ketiga negara tersebut tetap bisa melintasi Selat Hormuz selama masa pembatasan, dalam beberapa kasus bahkan dengan otorisasi dari Iran, meskipun Teheran memberlakukan pembatasan luas terhadap pelayaran.

“Saya bertanya kepada duta besar Prancis: Berapa banyak uang yang Anda bayarkan kepada Iran agar kapal-kapal bisa melintas dengan aman melalui Selat Hormuz?” kata Danon dalam unggahan di platform X, tak lama setelah ia berbicara dalam sidang Majelis Umum PBB terkait blokade tersebut, dikutip Senin (20/4/2026).

“Yang mengejutkan, dia tidak punya jawaban,” lanjutnya.”Para duta besar China dan Pakistan juga tidak punya jawaban.”

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital yang menangani sekitar 20% aliran minyak dan gas alam cair dunia. Navigasi di kawasan ini terganggu sejak Iran secara efektif memblokade jalur tersebut sebagai respons atas kampanye pengeboman oleh Amerika Serikat dan Israel yang dimulai pada 28 Februari.

Pada Jumat, Iran sempat membuka kembali selat itu untuk semua kapal komersial, dengan alasan sebagai bagian dari pengaturan gencatan senjata yang terkait dengan kesepakatan Israel-Lebanon. Namun, keputusan itu hanya bertahan singkat karena sehari kemudian Teheran kembali menutupnya.

Langkah tersebut diambil di tengah pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menegaskan bahwa blokade AS terhadap pelabuhan dan pelayaran Iran akan tetap berlaku hingga tercapai kesepakatan damai. Washington memberlakukan pembatasan itu setelah pembicaraan bilateral di Pakistan gagal mencapai hasil pada akhir pekan sebelumnya.

Sebelumnya, pada Maret, Iran menyatakan bahwa kapal-kapal dari India, China, Rusia, Irak, Pakistan, dan Sri Lanka diizinkan melintas di jalur strategis tersebut. China sendiri diketahui sebagai pembeli terbesar minyak Iran, dengan sebagian besar pasokannya melewati titik sempit itu.

Di saat yang sama, otoritas Malaysia juga menyampaikan terima kasih kepada Teheran karena mengizinkan kapal-kapal negara tersebut melintas.

Pada April, laporan Financial Times yang mengutip data pelacakan kapal menyebutkan bahwa sebuah kapal kontainer milik perusahaan pelayaran Prancis berhasil melintasi Selat Hormuz bersama beberapa kapal lainnya.

Di forum PBB, sikap negara-negara tersebut juga terlihat berbeda. Prancis sebelumnya memberikan suara mendukung resolusi yang mengutuk blokade Iran, sementara China memilih memveto atau menolak bahasa yang dianggap terlalu keras. Pakistan, di sisi lain, memilih abstain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *