Semarang,REDAKSI17.COM – Beredar kabar Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin didesak mundur Ketua dan Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP se-Indonesia dalam rapat koordinasi nasional (rakornas) ԁigelar secara daring pada Kamis (16/4) 2026 lalu.
Taj Yasin menyebut desakannya mundur terkait hanya wacana beredar di media sosial. Sebab sampai saat ini, menurut Taj Yasin, belum ada bahasan di internal PPP terkait hal tersebut.
“Itu baru wacana di medsos, belum ada pembahasan internal di partai. Kita tunggu saja dari partai bagaimana. Selama ini sih belum ada pembahasan itu,” kata Tak Yasin di kantor Pemprov Jateng, Rabu (22/4).
Taj Yasin membantah terkait kabar tudingannya tidak profesional dalam menjalankan peran sebagai Sekjen PPP dan mengurus DPW se Indonesia. Di samping itu, dia juga menyebut ada masalah di internal partai perlu diselesaikan.
“Saya rasa kita juga sudah profesional. DPW-DPW juga kita urusin. Di PPP masih ada permasalahan yang belum kita selesaikan di internal,” ujar dia.
Diberitakan sebelumnya, desakan tersebut mengemuka dari perwakilan daerah yang menyampaikan kritik terhadap kinerja Sekjen yang dinilai tidak sejalan dengan kepemimpinan partai. Ketua DPW PPP DKI Jakarta Saiful Rahmat Dasuki menilai terdapa t oknum di tingkat DPP yang menghambat kerja organisasi.
“Sejak SK Menkum diterbitkan sampai saat ini, tidak ada pembicaraan terkait kepentingan partai. Justru lebih banyak bicara soal kepentingan pribadi dan ini sudah berlangsung sekitar enam bulan. Ini tidak wajar dalam sebuah organisasi,” ujar Saiful dalam rilisnya, Jumat (17/4).
Saiful menilai Sekjen telah melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) partai.
“Dalam AD/ART, Sekjen punya fungsi menjalankan tata kelola organisasi. Namun yang terjadi justru sebaliknya. Ini bentuk perlawanan terhadap organisasi sehingga perlu segera dilakukan tindakan tegas, termasuk penggantian,” kata dia.





