Umbulharjo,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kota Yogyakarta terus memperkuat komitmen terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan melalui Apel Pagi Gerakan Yogyakarta Berhati Nyaman yang digelar di Plaza Balai Kota Yogyakarta, Selasa (28/4). Kegiatan ini difokuskan pada penguatan aksi kerja bakti (korve) sebagai wujud nyata gerakan pro-environment di kalangan aparatur sipil negara (ASN).
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menegaskan bahwa kepedulian terhadap lingkungan harus dimulai dari kesadaran individu. Menurutnya, kerja bakti bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk nyata empati terhadap lingkungan sekitar.
“Kalau kita sudah merasa tidak tega melihat sampah, tidak tega membuang sampah sembarangan, itu tandanya pro-environment sudah tertanam dalam diri kita,” ujarnya.
Hasto juga menekankan pentingnya keseriusan dalam pelaksanaan kerja bakti, tidak hanya dari sisi kehadiran, tetapi juga hasil akhir. Ia mengingatkan agar pembersihan dilakukan secara tuntas, termasuk mencabut rumput hingga akar dan memastikan tidak ada sampah yang tersisa.
“Jangan hanya sekadar hadir, tapi pastikan hasilnya benar-benar bersih. Kalau pagi dibersihkan, sore dicek lagi harus tetap bersih,” tegasnya.
Lebih lanjut, Hasto menyoroti bahwa kualitas lingkungan sangat berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat. Ia menyebutkan bahwa sebagian besar kasus stunting dipicu oleh lingkungan yang tidak sehat, seperti sanitasi buruk dan pencemaran.
“Lingkungan kumuh itu memicu penyakit, mulai dari diare sampai TBC. Bahkan bakteri seperti E. coli bisa berasal dari sanitasi yang tidak baik. Maka menjaga kebersihan lingkungan adalah investasi kesehatan,” jelasnya.
Sebagai bagian dari implementasi kebijakan nasional, kerja bakti ini juga mendukung Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah). Melalui gerakan ini, seluruh ASN diharapkan menjadi teladan dalam menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.
Para peserta kerja bakti diwajibkan membawa peralatan sendiri seperti sapu dan alat kebersihan lainnya, serta melaksanakan kegiatan secara rutin setiap pekan. Hasil kerja bakti juga akan dievaluasi secara berkala untuk memastikan kualitas kebersihan terus meningkat.

Apel kerja bakti
Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta, Dedi Budiono, menambahkan bahwa secara umum tingkat kehadiran ASN dalam kegiatan kerja bakti sudah baik dan merata di setiap titik. Namun demikian, ia menekankan bahwa evaluasi ke depan akan difokuskan pada peningkatan kualitas hasil kerja di lapangan.
“Kalau kehadiran sudah bagus, berikutnya yang kita dorong adalah kualitasnya. Rumput harus dicabut sampai bersih, sampah tidak hanya dipindah tapi benar-benar diselesaikan. Jadi hasil akhirnya harus terlihat bersih,” ujarnya.
Dedi juga mengungkapkan bahwa Pemkot akan melakukan penyesuaian dan prioritas titik kerja bakti berdasarkan hasil monitoring di lapangan. Salah satu kawasan yang menjadi perhatian adalah wilayah Kridosono yang dinilai masih memerlukan penanganan lebih intensif.
“Di Kridosono itu areanya luas dan cukup kompleks, sehingga kalau hanya satu regu kurang optimal. Ke depan kemungkinan akan kita geser beberapa titik atau menambah tim agar pembersihannya lebih maksimal,” jelasnya.
Ia menambahkan, evaluasi juga akan dilakukan secara dinamis. Apabila suatu titik sudah dinilai bersih dan terjaga, maka tim akan dialihkan ke lokasi lain yang lebih membutuhkan penanganan.
“Harapannya kegiatan ini tidak berhenti sebagai rutinitas, tapi benar-benar konsisten, berkelanjutan, dan berdampak. Jadi pro-environment ini kita jalankan terus dengan evaluasi di setiap titik,” pungkasnya.



