JAKARTA,REDAKSI17.COM — Ketua DPP PKS Bidang Pembinaan Masyarakat Rentan dan Disabilitas (BPMRD), Netty Prasetyani, menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden tabrakan yang melibatkan gerbong khusus wanita pada layanan KRL dengan kereta Argo Bromo. Peristiwa ini menjadi duka bagi seluruh masyarakat, khususnya para perempuan yang menjadi korban saat dalam perjalanan pulang dari aktivitas kerja.
Netty menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada para korban dan keluarga yang terdampak. Ia menegaskan bahwa kehadiran gerbong khusus wanita sejatinya merupakan bentuk afirmasi perlindungan terhadap kelompok rentan di ruang publik, sehingga aspek keselamatan harus menjadi prioritas mutlak.
“Perempuan yang menggunakan transportasi publik, terutama pada jam-jam pulang kerja, berada dalam kondisi lelah dan rentan. Negara melalui penyelenggara transportasi memiliki kewajiban penuh untuk memastikan keamanan dan keselamatan mereka, terlebih di gerbong yang secara khusus disediakan untuk perempuan,” ujar Netty.
Lebih lanjut, Netty menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap sistem operasional, manajemen risiko, serta standar keselamatan perjalanan kereta api. Ia mendorong adanya audit independen dan transparan guna memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
“Insiden ini harus menjadi momentum perbaikan total, baik dari sisi teknis, koordinasi antaroperator, maupun sistem pengawasan. Keselamatan tidak boleh dikompromikan dalam kondisi apa pun,” tegasnya.
Netty juga meminta pihak operator kereta api untuk memberikan jaminan keamanan yang lebih konkret dan terukur, termasuk peningkatan sistem pengendalian perjalanan, pemeliharaan sarana dan prasarana, serta kesiapsiagaan dalam mitigasi kecelakaan.
Di akhir pernyataannya, Netty berharap pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dapat memperkuat komitmen dalam menghadirkan transportasi publik yang aman, inklusif, dan berkeadilan, khususnya bagi perempuan dan kelompok rentan lainnya.
“Keselamatan perempuan di ruang publik bukan hanya isu teknis, tetapi juga bagian dari tanggung jawab moral dan sosial negara,” tutup Netty.



