
Mantrijeron,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kota Yogyakarta terus mendorong generasi muda agar mampu membentengi diri dari berbagai pengaruh destruktif. Salah satunya melalui kegiatan Pembinaan Kepemudaan bertajuk “Pemuda Sehat Berdaya Bermanfaat” dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) pada Rabu (29/4/2026) di Burza Hotel.
Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan, menegaskan pentingnya peran generasi muda sebagai fondasi masa depan bangsa. Dalam sambutannya, ia berbagi pengalaman dan pandangan tentang bagaimana anak muda harus mampu menjaga diri di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi.
“Anak-anak muda hari ini adalah calon pemimpin bangsa ke depan. Mereka bisa jadi pemimpin atau minimal menjadi fondasi kuat bagi masa depan Indonesia. Karena itu, penting bagi kita untuk menanamkan nilai-nilai positif sejak dini,” ujarnya.
Ia menekankan setiap generasi memiliki keunggulan masing-masing. Generasi muda memiliki masa depan, sementara generasi yang lebih tua memiliki pengalaman. Sinergi keduanya menjadi kunci dalam menghadapi dinamika zaman yang terus berubah.
Dalam konteks kekinian, Wawan juga menyoroti fenomena perubahan relasi antara orang tua dan anak akibat perkembangan teknologi. Ia menyebut bahwa saat ini justru banyak orang tua yang belajar dari anak muda, terutama dalam hal pemanfaatan teknologi. Namun, kondisi ini juga membawa tantangan tersendiri jika tidak diimbangi dengan kontrol diri yang kuat.
Menurutnya, pengaruh negatif seperti penyalahgunaan narkotika, konsumsi alkohol, hingga perilaku menyimpang lainnya sering kali berawal dari lingkungan pertemanan. Oleh karena itu, ia mengingatkan peserta untuk selektif dalam memilih lingkungan sosial.
“Yang paling menentukan itu bukan guru atau orang lain, tapi diri kita sendiri. Lingkungan pertemanan sangat berpengaruh. Kalau lingkungannya baik, insyaallah kita juga akan ikut baik,” tegasnya.
Ia juga menyoroti maraknya kasus perundungan yang masih menjadi persoalan serius di kalangan remaja. Selain itu, tekanan ekonomi dan kondisi sosial kerap menjadi faktor yang mendorong anak muda mencari pelarian ke hal-hal negatif.
Sebagai solusi, Wawan mendorong generasi muda untuk aktif dalam kegiatan positif seperti ekstrakurikuler, pramuka, olahraga, maupun organisasi kepemudaan seperti karang taruna. Menurutnya, aktivitas tersebut dapat menjadi ruang pembentukan karakter sekaligus menghindarkan dari pengaruh destruktif.
Ketua Tim Kerja Pembinaan Kepemudaan Dindikpora Kota Yogyakarta, Mugi Suyatno, menjelaskan kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi amanah regulasi terkait kepemudaan.
“Undang-Undang Kepemudaan mengamanatkan pemuda berhak mendapatkan perlindungan dari pengaruh destruktif. Dinamika yang dihadapi pemuda saat ini penuh dengan godaan yang berpotensi menjerumuskan jika tidak dibentengi sejak awal,” jelasnya.
Ia menyebut salah satu ancaman nyata yang dihadapi generasi muda saat ini adalah penyalahgunaan obat-obatan terlarang. Menurutnya, persoalan tersebut tidak berdiri sendiri, tetapi dapat menjadi pintu masuk bagi berbagai perilaku negatif lainnya.
“Dari penyalahgunaan narkotika bisa berkembang ke tindakan kekerasan maupun anarkis yang pada akhirnya mencoreng citra pemuda itu sendiri. Karena itu, pembinaan seperti ini menjadi penting untuk membentuk generasi yang sehat, berdaya, dan bermanfaat,” imbuhnya.
Sementara itu, salah satu peserta, Ataya dari SMK Negeri 7 Yogyakarta, menilai kegiatan ini memberikan dampak positif bagi para pelajar.
“Acara ini cukup bermanfaat bagi kami, terutama sebagai upaya preventif agar tidak terjerumus dalam pergaulan bebas maupun penyalahgunaan narkotika. Kami jadi lebih berhati-hati dalam pergaulan dan termotivasi untuk melakukan hal-hal yang positif ke depannya,” ungkapnya.


