Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Sejumlah dosen Universitas Gadjah Mada (UGM) meminta Rektor Ova Emilia bersikap tegas menolak pembangunan dapur makan bergizi gratis (MBG) di kampus, Sabtu (9/5/2026). Para dosen menyampaikan keresahan terhadap permintaan pemerintah agar perguruan tinggi membangun dapur MBG.
Dosen Hukum Tata Negara Fakultas Hukum UGM Herlambang P. Wiratraman menyatakan proyek MBG bertentangan dengan hak asasi manusia karena dinilai dijalankan secara ugal-ugalan, sarat korupsi, dan menguras anggaran kebutuhan dasar warga negara yakni pendidikan. Ia menilai kampus bukan alat politik dan mendesak Rektor UGM bersikap lugas atas tawaran kerja sama pemerintah membuka dapur SPPG.
“Kecuali memang sudah mati urat saraf malu dan nuraninya, menundukkan diri pada kooptasi politik kekuasaan,” kata Herlambang, Jumat (8/5/2026).
Dosen FIB UGM Achmad Munjid menyebut MBG merupakan proyek pemerintah yang bermasalah dengan pengawasan yang lembek, tidak tepat sasaran, dan tidak efisien sehingga kampus seharusnya fokus pada riset dan kebenaran ilmiah. Menurutnya, sejumlah dosen dari berbagai fakultas tengah membahas bentuk desakan kepada Rektor UGM setelah pemerintah melalui Mendiktisaintek Brian Yuliarto dan Kepala BGN Dadan Hindayana mendorong perguruan tinggi membangun dapur MBG seperti yang telah dilakukan Universitas Hasanuddin.





