Beranda / Politik / Di IQRO’ PKS, Pakar Ekonomi Syariah Tawarkan Langkah Cepat Perkuat Ekonomi Nasional

Di IQRO’ PKS, Pakar Ekonomi Syariah Tawarkan Langkah Cepat Perkuat Ekonomi Nasional

    

JAKARTA,REDAKSI17.COM — Pakar Ekonomi Syariah yang juga Rektor Universitas Tazkia Prof. Muhammad Syafi’i Antonio menjadi narasumber dalam forum diskusi IQRO PKS yang bertema “Agenda Strategis Ekonomi Syariah: Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru Indonesia” di Kantor DPTP PKS, Kamis, (6/8/2026).

 

Pada kesempatan tersebut, Syafi’i menyampaikan beberapa rekomendasi yang bisa dilakukan PKS untuk mendorong pengarusutamaan ekonomi syariah dalam usaha meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

 

“Saya akan menyampaikan to the point apa rekomendasi yang bisa disampaikan PKS kepada koalisi sehingga posisi PKS bisa lebih dominan, bagaimana ekonomi syariah menjadi mainstream di Indonesia dan berdampak mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih makmur dan sejahtera,” ujar Syafi’i mengawali materinya.

 

Ia memberikan rekomendasi yang bisa dilakukan untuk memajukan ekonomi syariah dengan cepat tanpa mengeluarkan biaya

 

“Tanpa uang APBN, tanpa keluar biaya banyak, dan ini bisa dilakukan dengan cepat. Apakah itu? Jawabannya adalah mengalokasikan sekitar 10 hingga 15% dari APBN melalui lembaga keuangan syariah,” ungkapnya.

 

Menurutnya, dana tersebut sangat menyegarkan seluruh perbankan yang ada di Republik Indonesia tanpa membebani APBN. Dengan melalui lembaga keuangan syariah, harapannya kepala daerah atau pihak yang mencairkan akan lebih amanah mengelola dana tersebut.

 

“Ini tidak memerlukan anggaran baru dan tidak memusingkan Menteri Keuangan, hanya mengalokasikan 20% dari APBN jika akan dijadikan anggaran pemerintah harus lewat lembaga keuangan syariah,” papar Syafi’i.

 

Ia juga merekomendasikan untuk DPR mendorong adanya kebijakan afirmatif agar BUMN atau yang saat ini diambil alih Danantara untuk 20% fundraising nya harus memakai instrumen syariah.

 

“Sekali lagi ini tidak pakai uang, hanya perlu niat yang kuat. Harapannya 20% fundraising nya bisa pakai sukuk. Bayangkan kalau perusahaan sekelas Pertamina, Telkom, dan lain-lain mengeluarkan sukuk maka ini akan menarik uang-uang yang nganggur di masyarakat untuk membeli sukuk dan nanti masyarakat nanti membiayai pembangunan negara ini,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *