Kali ini, ada tiga saham yang masuk dalam radar Unusual Market Activity (UMA), yakni PT Fuji Finance Indonesia Tbk (FUJI), PT Berdikari Pondasi Perkasa Tbk (BDKR), dan PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK).
Saham PACK merupakan emiten yang terafiliasi dengan pengusaha Andi Syamsudin Arsyad atau yang dikenal dengan nama Isam.
Pjs. Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Endra Febri Styawan menjelaskan masuknya suatu saham dalam pengumuman UMA bukan berarti perusahaan tersebut terbukti melakukan pelanggaran di pasar modal.
Menurutnya, BEI saat ini masih melakukan pemantauan untuk melihat perkembangan pola transaksi pada ketiga saham tersebut.
“Sehubungan dengan terjadinya Unusual Market Activity atas saham tersebut, perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini,” ujar Endra dalam keterangan resminya, seperti diberitakan Senin (24/8/2026).
Dia pun mengingatkan investor agar tidak hanya mencermati pergerakan harga saham. Investor juga diminta melihat tanggapan emiten atas permintaan konfirmasi dari Bursa, kinerja perusahaan, serta informasi yang telah disampaikan kepada publik.
Selain itu, investor diimbau memperhatikan rencana maupun aksi korporasi emiten, khususnya yang masih dalam proses dan belum memperoleh persetujuan.
Gejolak Tiga Saham
Meski masuk dalam radar UMA, saham PACK masih mampu mencatat kenaikan pada perdagangan intraday Senin (24/8/2026). Harga saham PACK naik 22 poin atau 5,70% menjadi 408.
Berbeda dengan PACK, saham BDKR dan FUJI justru bergerak di zona merah. BDKR turun 3 poin atau 1,86% ke level 158, sedangkan FUJI terkoreksi 12 poin atau 3,30% menjadi 352.




