Beranda / Tokoh / Sabam Sirait

Sabam Sirait

Sabam Sirait adalah Sekjen PDI dari tahun 1973-1986. Ia adalah salah satu tokoh yang menandatangani deklarasi penggabungan atau fusi partai yaitu IPKI, Partai Katolik, Partai Kristen Indonesia (Parkindo), Partai Murba & PNI menjadi menjadi Partai Demokrasi Indonesia (PDI). Sabam sebelumnya adalah aktivis GMKI. Ia kuliah di Fakultas Hukum UI.
Selanjutnya, ia memilih berpolitik kemudian menjabat Sekjen Parkindo dari tahun 1967-1973. Ketika Parkindo difusikan ke PDI pada 10 Januari 1973 tentu terjadi dinamika soal siapa yang menjadi Ketua & Sekjen PDI Konsensus yang tercapai Ketua Umum dijabat dari kelompok PNI yaitu Muhammad Isnaeni sementara posisi Sekjen kepada kelompok Parkindo yaitu Sabam Sirait. Pada Pemilu Pertama PNI di tahun 1977, PDI meraih 29 kursi kemudian di Pemilu berikutnya di Pemilu 1982 turun menjadi 24 kursi.
Penurunan kursi PDI ini membuat situasi partai mengalami konflik internal. Alasannya terjadi krisis kepemimpinan di tubuh PDI. Atas dasar ini di awal 1983-an muncul gagasan untuk mengajak keluarga besar Bung Karno bergabung ke PDI. Awalnya Sabam Sirait mengajak suami Megawati, Taufik Kiemas bergabung ke PDI. Taufik pun akhirnya bergabung. Dari situ upaya membujuk Keluarga Bung Karno dari Guntur, Guruh & Mega untuk bergabung ke PDI. Saat itu, Golkar juga mulai melakukan pendekatan ke Mega tapi ditolak.
Hingga akhirnya Mega menyatakan kesediaannya bergabung ke PDI atas ajakan Sabam & Soerjadi. Mengurus KTA partai di Kantor DPD PDI Jakarta. Setelah Mega mendaftar ke PDI. Mega lalu dipanggil tokoh-tokoh PDI termasuk Sabam di kediaman Supeni, pada pertemuan itu Manai Sophiaan bertanya ke Mega : “Anak ini sebenarnya mau kemana kok mendaftar ke PDI ?” “Aku naar (menuju) Merdeka Utara (Istana)” Jawab Mega.
Sejak pertemuan itu karir politik Mega banyak dibantu oleh Sabam termasuk membentenginya dari tekanan rezim otoritarianisme Orde Baru. Pun bagi Mega sosok Sabam bukan sekadar rekan & teman berpolitik tapi sekaligus menjadi salah satu mentornya dalam mengarungi perjuangan politik panjangnya. Sejak keberadan Mega, kursi PDI naik tajam menjadi 40 kursi di Pemilu 1987 & 56 kursi di Pemilu 1992. Sabam Sirait, Sosok Sekjen Hebat. Anwar Saragih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *