Presiden Donald Trump bersama Presiden China Xi Jinping di Kuil Surga pada hari Kamis, 14 Mei 2026. (AP/Mark Schiefelbein)
Jakarta,REDAKSI17.COM– Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut China masih ingin melanjutkan pembelian minyak dari Iran di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
“Namun pada saat yang sama, dia (Presiden China Xi Jinping) mengatakan bahwa mereka membeli banyak minyak dari sana, dan mereka ingin terus melakukannya,” ujar Trump dalam wawancara dengan Fox News pada Kamis (14/5/2026).
Trump juga mengatakan Presiden China Xi Jinping berharap Selat Hormuz tetap terbuka untuk aktivitas pelayaran internasional.
Sebelumnya, Gedung Putih mengungkapkan bahwa Xi Jinping juga menyampaikan ketertarikan Beijing untuk membeli minyak dari AS.
Diketahui, Trump kini menjalani kunjungan kenegaraan ke China pada 13-15 Mei 2026. Pada pertemuan kedua pemimpin pada Kamis, Xi turut menyinggung isu penjualan senjata AS kepada Taiwan.
Pada Jumat, Trump dan Xi dijadwalkan menghadiri jamuan makan siang kerja atau working lunch sebagai bagian dari agenda diplomatik kedua negara.
Ketegangan di Timur Tengah meningkat setelah AS dan Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran pada 28 Februari lalu. Serangan tersebut memicu kerusakan serta korban sipil.
Iran kemudian melakukan serangan balasan ke wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah yang disebut sebagai langkah pertahanan diri.
Washington dan Teheran sempat mengumumkan gencatan senjata selama dua minggu pada 7 April. Namun, pembicaraan lanjutan di Islamabad belum menghasilkan kesepakatan yang jelas. Trump kemudian memperpanjang penghentian konflik guna memberi kesempatan kepada Iran untuk mengajukan proposal.
Konflik tersebut berdampak besar terhadap jalur pelayaran di Selat Hormuz yang menjadi rute utama distribusi minyak dan gas alam cair dari kawasan Teluk Persia ke pasar global. Gangguan di jalur strategis tersebut turut memicu lonjakan harga energi di berbagai negara.





