Jakarta,REDAKSI17.COM – Ketua Majelis Syura PKS yang juga Anggota DPR RI Fraksi PKS, Mohamad Sohibul Iman menegaskan komitmennya dalam mewujudkan tema Milad PKS ke-24 melalui penguatan ketahanan dan kemandirian masyarakat di sektor ekonomi, pangan, dan energi.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kunjungan langsung ke sejumlah titik di daerah pemilihannya di Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Garut dalam rangka kegiatan reses, Ranu (6/5/2025). Dalam kunjungan itu, Sohibul Iman bertemu dengan para petani dan peternak sekaligus menyalurkan bantuan untuk sektor pertanian dan peternakan.
Milad PKS ke-24 tahun ini mengusung tema “Milad Berdaya, Bersama Rakyat Menguatkan Ketahanan Indonesia”. Tema tersebut menekankan pentingnya membangun masyarakat yang mandiri dan memiliki daya tahan menghadapi berbagai tantangan global.
“Milad PKS kali ini mengusung tema ‘Milad Berdaya, Bersama Rakyat Menguatkan Ketahanan Indonesia’. Artinya, PKS ingin bersama masyarakat saling bersinergi agar masyarakat mampu menjadi pribadi dan kelompok yang berdaya serta mandiri,” ujar Sohibul Iman.
Selain menyerahkan bantuan, Sohibul Iman juga menyerap aspirasi masyarakat dan memberikan edukasi terkait pentingnya ketahanan ekonomi, pangan, dan energi. Menurutnya, masyarakat yang berdaya akan lebih siap menghadapi perubahan situasi global yang dinamis.
“Menjadi berdaya adalah bentuk ikhtiar agar masyarakat bisa mandiri dan tidak selalu bergantung kepada pihak lain. Dengan begitu, masyarakat mampu mengantisipasi berbagai dinamika global yang terus berubah,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Sohibul Iman juga menyinggung contoh ketahanan yang dimiliki Iran di tengah tekanan geopolitik dan embargo internasional yang berlangsung selama puluhan tahun.
“Saya beri contoh Iran. Negara tersebut selama puluhan tahun mendapat embargo dan berbagai sanksi, namun tetap mampu bertahan karena memiliki ketahanan dan kemandirian di berbagai sektor sehingga tidak terlalu bergantung kepada pihak luar,” jelasnya.
Sebagai penutup, Sohibul Iman menekankan pentingnya sinergi antara anggota dewan dan masyarakat dalam mewujudkan ketahanan nasional yang dicita-citakan PKS.
Menurutnya, anggota dewan tidak hanya bertugas menyalurkan bantuan, tetapi juga harus melakukan pendampingan dan pemantauan secara berkala. Di sisi lain, masyarakat juga perlu menunjukkan keseriusan dan ketekunan dalam menjalankan program-program pemberdayaan.
“InsyaAllah apabila anggota dewan dan masyarakat mampu bekerja sama dengan baik, maka hasil yang dicapai juga akan baik,” tutup Sohibul Iman.




