
Gunungkidul,REDAKSI17.COM – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Gunungkidul bekerja sama dengan Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Cabang Yogyakarta, FKKM Universitas Gadjah Mada (UGM), dan RSUP Dr. Sardjito menggelar aksi bakti sosial pemeriksaan mata gratis di Kapanewon Girisubo, Minggu, (17/5/2026). Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Minggu ini bertujuan untuk menangani berbagai permasalahan sosial kesehatan mata di wilayah pelosok Gunungkidul.
Kegiatan ini mendapatkan respon luar biasa dari masyarakat. Berdasarkan data panitia, jumlah pendaftar mencapai 240 peserta, melampaui target awal yang ditetapkan sebanyak 200 peserta. Peserta tidak hanya berasal dari Kapanewon Girisubo, tetapi juga dari wilayah sekitarnya seperti Kapanewon Rongkop.
Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Gunungkidul beserta jajaran Kepala Dinas Kesehatan, dan Kepala Dinas Sosial PPPA. Bupati menyampaikan apresiasi atas semangat gotong royong yang ditunjukkan oleh institusi pendidikan dan kesehatan dalam membantu warga mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang lebih baik.
Dalam sambutannya, Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih menekankan bahwa kesehatan mata adalah anugerah terbesar yang sering kali terabaikan oleh masyarakat. Bupati mengimbau warga agar tidak menganggap remeh gejala mata kabur atau kelilipan.

“Penglihatan adalah pintu bagi anak-anak untuk belajar dengan baik dan bagi orang tua untuk tetap produktif bekerja,” ungkapnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Perdami Yogyakarta, dr. Firman Setya Wardhana menjelaskan bahwa gangguan penglihatan, terutama katarak, merupakan penyebab 80% kebutaan. Dampaknya tidak hanya pada kesehatan, tetapi juga ekonomi, karena penderita menjadi sulit bekerja dan bergantung pada orang lain.
“Program kali ini mencakup tiga layanan utama skrining katarak, skrining pterigium (selaput mata), dan pemeriksaan kacamata gratis yang didukung penuh oleh dana zakat dari Baznas.” ujae dr. Firman.
Pihak Perdami juga menyoroti tantangan layanan kesehatan mata di Gunung Kidul. Dari 123 anggota Perdami di wilayah Yogyakarta, tercatat kurang dari 10 dokter mata yang bertugas di Kabupaten Gunungkidul.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin pendekatan layanan yang lebih dekat ke masyarakat, termasuk rencana program pendidikan kader dan guru sekolah untuk deteksi dini masalah mata di masa depan.” kata Ketua Perdami.
Selain pemeriksaan, tim medis juga memberikan edukasi mengenai Myopia Week, khususnya kewaspadaan terhadap penggunaan gawai pada anak-anak. Warga diingatkan untuk menerapkan rumus 20-20-20 (setiap 20 menit melihat layar, istirahatkan mata selama 20 detik dengan melihat objek sejauh 20 kaki) serta mendorong anak-anak bermain di luar ruangan minimal 2 jam sehari.
Wakil Ketua 1 Baznas Kabupaten Gunungkidul, Muhammad Sholihin, menegaskan bahwa program ini memiliki visi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Gunungkidul.
“Harapan kita, ketika mata masyarakat jernih dan sehat, minat baca di Kabupaten Gunungkidul akan meningkat, yang pada akhirnya akan menambah kecerdasan masyarakat kita,” jelasnya.
Wariyem salah satu peserta pemeriksaan mata mengaku senang dengan digelarnya pemeriksaan mata gratis tersebut,
“Seneng mas, bisa periksa mata gratis, dan juga dapat kacamata, karena Saya pengen bisa baca Al Quran dengan jelas.” tutur Wariyem.
Anggaran kegiatan ini sendiri bersumber dari zakat para pegawai negeri sipil, perangkat kelurahan, hingga pejabat di lingkungan Kabupaten Gunungkidul yang dikelola oleh Baznas untuk program kemanusiaan dan pelayanan sosial.
Dengan adanya pemeriksaan ini, diharapkan warga Girisubo dapat kembali beraktivitas dengan penglihatan yang lebih sehat dan jernih.


