Beranda / Daerah / Satu Abad Kalurahan Botodayaan: Meneguhkan Semangat Gotong Royong, Melestarikan Budaya, dan Menuju Kesejahteraan Rakyat

Satu Abad Kalurahan Botodayaan: Meneguhkan Semangat Gotong Royong, Melestarikan Budaya, dan Menuju Kesejahteraan Rakyat

Gunungkidul,REDAKSI17.COM – Kalurahan Botodayaan merayakan tonggak sejarah luar biasa dengan memperingati hari jadinya yang ke-110 (Ambal Warsa kaping 110). Perayaan seabad ini menjadi momentum penting bagi seluruh warga masyarakat untuk memperkuat persatuan dan melestarikan warisan budaya leluhur demi mewujudkan kemajuan desa, Minggu, (16/5/2026).Peringatan tahun ini mengusung tema sentral: “Guyup Rukun Mbangun Botodayaan, Lestari Budayane, Sejahtera Rayate”.

Dalam sambutannya, Lurah Botodayaan, Wasija menekankan bahwa tema tersebut bukan sekadar semboyan, melainkan sebuah mandat bagi setiap lapisan masyarakat mulai dari generasi muda hingga para sesepuh untuk terus bersatu (nyawiji) dan bergotong royong dalam membangun kalurahan. Wasija menyatakan bahwa segala bentuk kemajuan yang dicita-citakan harus berawal dari ketulusan hati dan rasa memiliki terhadap tanah kelahiran.

“Tidak ada pekerjaan yang berat jika dilakukan bersama-sama,” ungkapnya, seraya mengajak warga untuk mendukung program-program pembangunan desa demi mewujudkan Botodayaan sebagai daerah yang lebih baik dan mandiri.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi yang mendalam atas terlaksananya kirab budaya sebagai bagian dari rangkaian peringatan. Menurut Bupati, acara budaya seperti ini bukan hanya berfungsi sebagai hiburan (tontonan), melainkan juga menjadi sarana untuk mengasah jati diri bangsa dan memperkuat semangat gotong royong warga.

“Semoga warga Botodayaan tetap rukun dan bersemangat dalam memajukan ekonomi serta aspek sosial desa.” pesan Bupati kepada warga Botodayaan.

Peringatan satu abad ini dimeriahkan dengan gelaran Kirab Budaya, yang menampilkan kekayaan tradisi lokal sebagai simbol kebanggaan masyarakat Botodayaan. Melalui kirab ini, diharapkan nilai-nilai luhur budaya tetap terjaga di tengah perkembangan zaman.

Acara diakhiri dengan doa bersama yang dipenuhi harapan agar seluruh warga senantiasa diberikan berkah kesehatan, kerukunan, serta rezeki yang melimpah. Doa-doa dipanjatkan agar Kalurahan Botodayaan tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga menjadi tempat tinggal yang membawa kebahagiaan dunia dan akhirat bagi masyarakatnya.

Dengan semangat seabad ini, Kalurahan Botodayaan berkomitmen untuk terus melangkah maju dengan tetap berpijak pada akar budaya dan kekuatan kebersamaan seluruh warganya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *