Beranda / Politik / Prananda Ingin Kader NasDem Kreatif di Medsos, Tapi Tetap Beretika

Prananda Ingin Kader NasDem Kreatif di Medsos, Tapi Tetap Beretika

KENDARI,REDAKSI17.COM –  Di tengah derasnya arus media sosial dan dominasi generasi muda di ruang digital, Ketua Koordinator Pemenangan Pemilu DPP Partai NasDem Prananda Surya Paloh meminta kader Partai NasDem mulai mengubah cara berkomunikasi politik.

Prananda menilai, dominasi anak muda membuat pola komunikasi politik harus ikut berubah. Dia ingin para kader semakin kreatif, berani tampil beda, tetapi tetap menjaga etika.

Demikian salah satu pesan utama yang disampaikan Prananda dalam Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) dan Sekolah Legislatif DPW Partai NasDem Sulawesi Tenggara di Kendari, Senin (18/5/2026).

“Dengan dominasi kaum muda dan jumlah yang terus berkembang, saya ingin menekankan pentingnya sosmed dan komunikasi politik yang kreatif dan out of the box,” ujar Prananda di hadapan para kader Partai NasDem Sultra.

Menurut Prananda, media sosial kini bukan sekadar ruang hiburan, tetapi sudah menjadi alat komunikasi politik dan kampanye yang efektif. Karena itu, kader diminta mulai aktif memanfaatkan platform digital dengan cara yang lebih kreatif.

“Saya mengajak semua kader untuk mulai menggunakan sarana sosmed sebagai alat komunikasi dan kampanye yang efektif,” katanya.

Meski begitu, Prananda mengingatkan, kreativitas di media sosial tetap harus dibarengi etika dan kehati-hatian dalam berkomunikasi. Ia meminta kader menjaga pola komunikasi agar tidak memunculkan pemberitaan negatif.

“Saya juga mengimbau kepada para kader untuk peka dan menjaga pola komunikasi yang benar. Kita tidak butuh pemberitaan yang negatif,” ujarnya.

Prananda juga menyoroti banyaknya isu simpang siur di media sosial yang sering memancing orang berkomentar tanpa memahami substansi persoalan.

“Kalau tidak mengerti substansi masalah atau kalau ragu-ragu, belum mengecek kebenarannya, lebih baik diam. Karena kalau istilahnya asbun itu, asal bunyi, jauh lebih celaka kita,” katanya.

Ia juga meminta kader membiasakan diri memahami persoalan secara utuh sebelum berbicara di ruang publik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *