Jakarta,REDAKSI17.COM — Kementerian Transmigrasi membuka kesempatan bagi generasi muda terlibat langsung dalam membangun kawasan transmigrasi melalui program Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026. Program ini akan melibatkan 1.458 peserta yang diterjunkan ke 53 kawasan transmigrasi prioritas, terutama di Indonesia Timur, guna melakukan pendampingan dan pengabdian masyarakat sebagai bagian dari upaya pemerataan pembangunan dan penguatan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menilai program Tim Ekspedisi Patriot menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengambil peran nyata dalam pemerataan pembangunan nasional dan penguatan ekonomi kawasan transmigrasi.
“Saya mengucapkan selamat dan terima kasih kepada Bapak Menteri Transmigrasi dan jajaran yang telah menghadirkan program strategis Transmigrasi Patriot, khususnya Tim Ekspedisi Patriot. Kita membangun optimisme dan semangat untuk mengambil peran bagi negeri ini. Menjadi patriot yang diterjunkan ke berbagai daerah,” ujar Menko AHY usai menghadiri acara Patriot Move 2026 di Jakarta, Minggu (17/5).
Menko AHY menjelaskan para patriot tidak hanya berkontribusi melakukan penelitian dan rekomendasi untuk pengembangan kawasan dari sisi ekonomi, melainkan pengalaman lapangan yang berharga.
“Sering kali daerah-daerah tersebut tidak mudah, kondisinya penuh tantangan, jauh dari keluarga. Namun para mahasiswa melakukan penelitian langsung di lapangan dan memberikan masukan-masukan yang baik kepada pemerintah,” kata Menko AHY.
Menko AHY menegaskan, Kementerian Transmigrasi memiliki peran penting sebagai instrumen pemerataan pembangunan nasional, terutama untuk menghadirkan pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan di seluruh wilayah Indonesia.
Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan program TEP 2026 merupakan kelanjutan dari pelaksanaan tahun sebelumnya dengan pendekatan yang diperluas.
“Tahun lalu kami menerjunkan 2.000 peneliti ke 154 kawasan transmigrasi. Tahun ini, selain riset, kami juga menambahkan unsur pengabdian masyarakat,” kata Menteri Iftitah.