MANOKWARI,REDAKSI17.COM – Ketimpangan fasilitas pendidikan di sejumlah daerah masih menjadi tantangan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Keterbatasan sarana belajar hingga infrastruktur penunjang dinilai berdampak langsung terhadap efektivitas proses pembelajaran dan pemerataan pendidikan, khususnya di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan layanan dasar.
Kondisi tersebut masih ditemukan di sejumlah sekolah di Kabupaten Manokwari, Papua Barat. Persoalan fasilitas pendidikan itu mengemuka saat Komisi IV DPRK Manokwari melakukan monitoring program pendidikan terkait Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Manokwari Tahun 2025.
Sekolah Sampaikan Kebutuhan Sarana Belajar
Dalam monitoring tersebut, perwakilan SMP Negeri 27 Manokwari menyampaikan kebutuhan sarana komputer serta pembenahan lapangan sekolah yang kerap tergenang saat hujan kepada Sekretaris Komisi IV DPRK Manokwari dari Partai Perindo, Yosep Yan Karmadi.
Sekolah yang mulai beroperasi sejak 2022 itu berharap pemerintah daerah memberikan perhatian terhadap fasilitas penunjang pendidikan agar proses belajar mengajar dapat berjalan lebih optimal.
“Aspirasi-aspirasi yang disampaikan tentu akan menjadi perhatian saat pembahasan dengan Pemda Manokwari,” kata Yosep Yan Karmadi, Senin (18/5/2026).
Menurut dia, monitoring lapangan dilakukan agar kebutuhan sekolah dapat menjadi perhatian dalam pembahasan program bersama pemerintah daerah.
Pengawasan Program Pendidikan Diperketat
Selain menyerap aspirasi, Komisi IV DPRK Manokwari juga melakukan pengawasan terhadap realisasi program Dinas Pendidikan Kabupaten Manokwari, khususnya bantuan meubelair bagi sekolah penerima.
“Kita ingin memastikan langsung realisasi programnya dan pemanfaatannya,” tutur putra daerah kelahiran 10 Maret 1983 ini.
Dia menegaskan monitoring tidak hanya difokuskan pada evaluasi pelaksanaan program pemerintah daerah, tetapi juga memastikan bantuan pendidikan benar-benar sesuai kebutuhan sekolah.
Selain SMP Negeri 27 Manokwari, Komisi IV DPRK Manokwari juga melakukan monitoring di SD YPK Diaspora, SD Inpres Anggori, SMP YPK 2 Manokwari dan SD Negeri 35 Sanggeng.
Yosep menjelaskan bantuan meubelair yang diterima setiap sekolah berbeda sesuai kebutuhan, mulai dari meja, kursi, white board, lemari hingga tempat sampah sebagai penunjang kegiatan belajar mengajar.
“Jumlah meubelair yang didistribusikan beragam,” tegasnya.
Penguatan fasilitas pendidikan dinilai menjadi kebutuhan penting untuk mendorong kualitas pembelajaran sekaligus memperluas pemerataan layanan pendidikan di Kabupaten Manokwari.



