Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 di Stadion Mandala Krida, Rabu (20/5), menjadi momentum pemerintah untuk menegakkan kedaulatan informasi nasional. Negara memastikan aturan penundaan akses media sosial bagi anak di bawah 16 tahun terus dikawal ketat.
Penegasan tersebut disampaikan melalui amanat Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Viada Hafid yang dibacakan oleh Gubernur Akademi Angkatan Udara (AAU) Marsda TNI Donald Kasenda yang bertindak sebagai Inspektur Upacara. Hadir dalam upacara tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Ni Made Dwi Panti Indrayanti beserta jajaran.
Marsda TNI Donald Kasenda mengingatkan bahwa tantangan bangsa saat ini telah mengalami pergeseran yang sangat drastis dan kompleks. Perjuangan negara kini tidak lagi sekadar mempertahankan kedaulatan teritorial, melainkan berpusat pada kelancaran transformasi dan kedaulatan digital. Semangat intelektual wajib digaungkan, sejalan dengan napas tema nasional tahun ini, yakni ‘Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara’.
“Kebangkitan berarti keberanian untuk melepaskan diri dari belenggu ketidaktahuan dan ketertinggalan,” tegas Donald.
Terkait pelindungan generasi muda, amanat tersebut membedah implementasi penundaan akses media sosial dan platform berisiko bagi anak yang telah berjalan sejak 28 Maret 2026. Aturan turunan dari Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang PP TUNAS ini diposisikan sebagai wujud intervensi mutlak pemerintah. Regulasi ini diproyeksikan menjadi perisai utama agar anak-anak terhindar dari dampak destruktif ruang siber yang tidak tersaring.
“Melalui kebijakan ini, kita memastikan bahwa anak yang merupakan tunas bangsa kita mengakses ruang digital yang sehat, beretika, dan sesuai dengan usia tumbuh kembangnya,” ujarnya.
Selain memperkuat keamanan digital, saat ini pemerintah pusat secara konsisten mengonsolidasikan sektor kedaulatan pangan, kesehatan, dan pendidikan menjadi satu ekosistem pembangunan yang utuh. Kebijakan afirmasi ini juga disokong penuh oleh pendirian Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda, serta perluasan layanan Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat.
Pada sektor penguatan ekonomi kerakyatan, pemerintah menempatkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai motor kemandirian baru di tingkat akar rumput. Institusi ekonomi ini dirancang khusus untuk memotong rantai pasok, sehingga warga pedesaan bisa mendapatkan pupuk, modal usaha, dan sembako dengan harga yang rasional.
Menutup jalannya amanat, Donald mengajak seluruh elemen bangsa untuk mentransformasikan api perjuangan Boedi Oetomo 1908 menjadi derap kerja nyata. Peringatan Harkitnas tahun ini diharapkan benar-benar menjadi pijakan esensial untuk mempererat solidaritas sosial sekaligus meningkatkan literasi digital menuju kejayaan Indonesia.
Humas Pemda DIY





