Jakarta,REDAKSI17.COM – Menghadapi tantangan geopolitik dan geoekonomi global, Presiden Prabowo Subianto menjadi presiden pertama yang berpidato langsung dalam Rapat Paripurna DPR RI di Jakarta, Rabu (20/5/2026), guna menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) dengan fokus perbaikan sistem perekonomian demi kesejahteraan rakyat.
Di hadapan 451 anggota DPR yang hadir, Kepala Negara menegaskan optimisme pencapaian target ekonomi nasional yang diproyeksikan melesat signifikan dari tahun 2026 ke tahun 2027, meliputi kenaikan pertumbuhan ekonomi dari rentang 5,4–5,6% menjadi 5,8–6,5%, menjaga inflasi stabil di angka 1,5–3,5%, serta menguatkan nilai tukar rupiah ke kisaran Rp16.500–Rp16.900 per dolar AS. Komitmen berbasis prinsip kebersamaan, keadilan, dan kemandirian ini juga ditunjukkan melalui target penurunan angka kemiskinan menjadi 6,0–6,5%, menekan tingkat pengangguran terbuka ke posisi 4,30–4,87%, mendongkrak lapangan kerja formal hingga mencapai 40,81%, serta menyempitkan ketimpangan atau rasio gini Indonesia ke level 0,362–0,367 pada tahun 2027 mendatang.





