Kebumen,REDAKSI17.COM — Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri panen raya udang di kawasan Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK), Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (23/5/2026).
Kehadiran Prabowo di lokasi panen disambut antusias warga dan para penambak yang telah menunggu sejak pagi.
Prabowo tiba di lokasi dengan mengenakan kemeja safari berwarna coklat dipadukan topi biru. Presiden datang menggunakan kendaraan Maung Garuda berwarna putih.
Sepanjang perjalanan menuju kawasan tambak, warga tampak berjejer di sisi jalan untuk menyapa kepala negara.
Setibanya di area tambak, Prabowo langsung meninjau lokasi budidaya udang yang menjadi salah satu proyek pengembangan sektor perikanan nasional.
Presiden didampingi Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggonoserta Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan.
Dalam peninjauan tersebut, Prabowo terlihat beberapa kali berhenti untuk berbincang dengan para penambak.
Ia juga menyapa masyarakat yang memadati sekitar kawasan tambak sambil melambaikan tangan.
Suasana panen raya berlangsung meriah ketika Presiden ikut menyaksikan langsung proses penangkapan udang di kolam tambak.
Sejumlah nelayan dan penambak menebarkan jala untuk mengangkat hasil panen dari kolam budidaya.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono kemudian menunjukkan hasil tangkapan udang kepada Presiden.
Prabowo tampak memperhatikan hasil panen tersebut sambil berbincang dengan jajaran terkait mengenai produktivitas tambak dan pengembangan budidaya udang nasional.
Kegiatan panen raya ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mendorong penguatan sektor kelautan dan perikanan, khususnya budidaya udang yang dinilai memiliki potensi besar untuk meningkatkan ekspor serta perekonomian masyarakat pesisir.
Kehadiran Presiden di tengah para penambak juga dinilai memberi semangat tersendiri bagi masyarakat pesisir yang selama ini menggantungkan hidup dari sektor budidaya perikanan.
Sejumlah warga tampak mengabadikan momen kedatangan Prabowo menggunakan telepon genggam mereka.
Panen raya udang di Kebumen tersebut sekaligus menjadi simbol dorongan pemerintah terhadap pengembangan tambak berbasis kawasan yang terintegrasi, mulai dari proses budidaya hingga pengelolaan hasil panen.





