Beranda / Olahraga / Novela Putria Juarai FIP Bronze Yogyakarta, Sri Sultan Dorong Padel Kian Berkembang

Novela Putria Juarai FIP Bronze Yogyakarta, Sri Sultan Dorong Padel Kian Berkembang

Yogyakarta,REDAKSI17.COM– Digelar sejak 18 Mei 2026, turnamen padel internasional FIP Bronze Yogyakarta resmi berakhir pada Minggu (24/05). Dalam babak final ajang yang diikutii oleh jumlah peserta turnamen terbanyak di Asia ini, ganda putri berhasil dimenangkan oleh pasangan Novela Putria (Indonesia) dan Bellver Fructuoso (Spanyol), sementara kemenangan ganda putra diraih oleh pasangan Miguel Melero (Spanyol) dan Pablo Reina (Spanyol).

Bertempat di Wii Social Hub, Kota Yogyakarta, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X menyaksikan langsung pertandingan ganda putra yang mempertandingkan dua pasangan asal Spanyol, Miguel Melero-Pablo Reina dan Alejandro Calvo-Fran Ramirez. Usai pertandingan kedua pasangan berakhir, Sri Sultan menyerahkan trofi kepada pasangan pemenang chapter final ganda putra turnamen ini, Miguel Melero dan Pablo Reina.

Menurut Sri Sultan, walaupun terbilang baru, apresiasi publik terhadap olahraga padel dinilai cukup bagus. Atlet padel Jogja khususnya yang wanita bahkan telah berhasil menorehkan prestasi. Namun demikian, Sri Sultan tetap mendorong padel agar dapat secara konsisten dikembangkan sebagai sport baru yang bisa menjadi pilihan dalam berolahraga, khususnya bagi generasi muda, sebab jenis olahraga ini memerlukan kondisi fisik yang kuat.

Terhadap penyelenggaraan turnamen padel internasional ini, Sri Sultan pun menyampaikan apresiasinya. “Saya kira dengan permainan-permainan ini lebih mudah untuk menggaet orang asing untuk mengikuti pertandingan dari manapun. Jadi dapat mempercepat proses padel ini bisa menjadi pilihan-pilihan dalam berolahraga, khususnya bagi anak muda ya. Semoga pertandingan-pertandingan lain lebih dimungkinkan baik nasional maupun internasional untuk bisa menjadi bagian dari wisata baru di bidang sport,” tutur Sri Sultan.

Sebelumnya, Ketua Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) DIY, Raden Mas Gustilantika Marrel mengungkapkan, Federasi Padel Internasional (FIP) secara langsung menunjuk Indonesia sebagai salah satu tuan rumah penyelenggaraan turnamen internasional ini. Indonesia sendiri mendapatkan empat slot penyelenggaraan event padel internasional, salah satunya, yakni di Kota Yogyakarta.

“Ini yang pertama dan ternyata pendaftarnya rekor dari mancanegara dan dalam negara dengan total mencapai 200 pendaftar lebih. FIP Bronze Yogyakarta pemegang rekor terbanyak pendaftar se-Asia,” kata Marrel.

Diungkapkan Marrel, Kota Yogyakarta sangat siap menjadi tuan rumah berbagai event internasional karena memiliki infrastruktur yang memadai. Ia melaporkan, dalam gelaran kali ini, terdapat sebanyak 85 persen peserta FIP Bronze Yogyakarta berasal dari Indonesia, di antaranya, seperti dari Jogja, Jateng, Jabar, Makassar, Bali, dan Medan. Sementara untuk atlet mancanegara, ada yang berasal dari Spanyol, Argentina, Russia, Inggris, dan Saudi Arabia. Turnamen kali ini pun diikuti pemain padel peringkat 60 dunia sehingga kualitas pertandingan dinilai cukup tinggi.

Marrel secara langsung turut mengutarakan rasa senangnya atas prestasi yang berhasil diraih oleh Novela Putria. “Novela Putria ini kan memang asli Jogja, jadi kita cukup bangga dia bisa memenangkan Juara 1 di padel ini. Saya sangat senang sekali ada perwakilan atlet yang memang lahir di Jogja khususnya di Kulon Progo. Nah ini memang tugas berat kita gimana supaya setelah event internasional ini kita dorong lagi supaya memang banyak lagi atlet-atlet muda yang muncul,” ungkap Marrel.

Sebab, Marrel mengakui bahwa olahraga ini masih termasuk olahraga baru, belum banyak masyarakat yang mengerti. Untuk itu, ia berharap, setelah event ini banyak masyarakat yang lebih mengerti lagi, lebih teredukasi, dan juga semakin banyak berkolaborasi dengan beberapa stakeholder penting.

“Mungkin yang paling krusial juga adalah gimana caranya supaya atlet-atlet ini punya jam terbang yang tinggi karena kalau kita bandingkan dengan negara-negara lain, negara-negara tetangga khususnya, mereka sudah mulai duluan start dibandingkan kita. Ini yang masih kita coba dorong terus. Contohnya dengan kita mengikuti semua event-event yang nasional. Lalu juga event-event di negara tetangga, seperti di Singapura, di Malaysia, di Thailand, kita sebisa mungkin mendukung atlet yang berangkat ke sana,” terang Marrel.

Hal yang turut disyukuri Marrel adalah peningkatan jumlah altet Jogja yang dikirim untuk bertanding di kancah internasional. Dari yang sebelumnya baru dapat mengirimkan satu atau dua orang, kini sudah mulai ada 5-6 atlet yang bisa dikirimkan.

“Angka ini akan kita dorong untuk tambahkan terus dan tentu ini perlu kolaborasi dengan klub-klub dan komunitas yang ada di sini,” pungkas Marrel.

Sementara itu, Novela Rezha Putria yang berhasil menyabet juara 1 bersama pasangan asal Spanyol-nya, Bellver Fructuoso, mengungkapkan rasa bangga atas pencapaian yang diraih. Ia mengaku, ini merupakan pertama kalinya ia bisa masuk final dan menjadi juara. Novela bersama pasangannya berhasil memenangkan pertandingan melawan pasangan Patricia Maria Ribeiro-Carla Serrano Gonzalez.

“Pastinya bangga banget ya karena ini pertama kalinya (juara 1). Saya selama ini berjuang di turnamen FIP di luar negeri dan bahkan belum pernah masuk ke final. Ini pertama kali masuk final dan bisa juara tentunya bangga, speechless, kayak ternyata kita pemain lokal bisa compete di level internasional,” papar Novela.

Menurut Novela, kunci keberhasilan dalam memenangkan turnamen ini semuanya adalah perihal mental. Sebab, dalam olahraga padel semuanya intens. “Satu poin bisa pindah untuk lawan ataupun untuk kita, jadi jaga mentality terus untuk berani mukul, untuk mikir gimana sepak bolanya gitu,” jelas Novela.

Dikatakan Novela, ia bersama pasangan bermainnya pun baru pertama kali bertemu di turnamen ini. Untuk itu, keduanya tidak sempat berlatih bersama, hanya berlatih sendiri-sendiri.

“Karena dia berasal dari Spanyol, tadi dia terbang dari Spanyol ke Indonesia, langsung habis final ini dia pulang lagi karena besok dia ada turnamen. Kesulitannya pertama ada di awal-awal mungkin kayak komunikasinya atau kerja samanya untuk siapa yang mau ngambil bola. Tetapi lama-lama kita bisa manage itu dan dia juga pemain dengan komunikasi yang sangat baik, sangat sehat, jadi kita bisa handle semuanya,” tutup Novela.

Humas Pemda DIY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *