Sleman (25/05/2026) jogjaprov.go.id – Gerakan PKK harus kembali meneguhkan jati dirinya dengan memperkuat dan mengoptimalkan pelaksanaan pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga. Saat ini PKK hadir sebagai mitra strategis Pemerintah dalam mendukung pelaksanaan Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045.
Demikian disampaikan Wakil Ketua TP PKK DIY, GBRAyA Paku Alam pada Puncak Peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-54 Tahun 2026 di Rumah Dinas Bupati Sleman. Membacakan sambutan Ketua Pusat TP PKK ,Tri Tito Karnavian pada Senin (25/05), Gusti Putri mengatakan, 10 Program Pokok PKK menjadi fondasi utama pembangunan berbasis keluarga yang berkelanjutan dan berkeadilan.
“Peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK yang kita laksanakan setiap tanggal 4 Maret bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan. Peringatan ini merupakan momentum gerakan bersama seluruh jajaran Tim Penggerak PKK, dari Pusat hingga Desa dan Kelurahan sampai Dasawisma, untuk semakin meneguhkan komitmen dalam melaksanakan 10 Program Pokok PKK serta mendukung kebijakan pembangunan Pemerintah dan Pemerintah Daerah,” papar Gusti Putri.
Peringatan HKG PKK ke-54 Tahun 2026 ini mengangkat tema ‘Kuatkan10 Program Pokok PKK Laksanakan Asta Cita Wujudkan Indonesia Emas 2045’. Gerakan PKK saat ini dijalankan oleh kelembagaan yang sangat besar dan masif, yang tersebar hingga ke seluruh tanah air. Berdasarkan Laporan Tahunan PKK Tahun 2025, jumlah kepengurusan Tim Penggerak PKK mulai dari tingkat Pusat hingga Desa dan Kelurahan mencapai 91.600 lembaga.
“Oleh karena itu, peringatan ini juga menjadi momentum penting untuk semakin memperkuat kemitraan strategis antara Gerakan PKK dengan Pemerintah serta seluruh pemangku kepentingan. Sinergi yang harmonis dengan perangkat daerah, dunia usaha, akademisi, dan organisasi masyarakat akan memperluas jangkauan serta meningkatkan efektivitas program PKK, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat,” ungkap Gusti Putri.
Gusti Putri mengatakan, momentum peringatan ini juga harus dimaknai sebagai penguat komitmen bersama untuk terus hadir dan bekerja di tengah masyarakat. Beliau pun menegaskan, yang terpenting adalah terbangunnya semangat kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian terhadap sesama. “Dengan demikian, peringatan HKG benar-benar menjadi momentum kebersamaan yang sarat makna, bukan hanya dirayakan, tetapi dijalankan; bukan hanya diperingati, tetapi dihidupi dalam kerja nyata yang menyentuh masyarakat secara langsung.” Imbuh Gusti Putri.
Sementara itu, Bupati Sleman, Harda Kiswaya mengatakan, diusianya yang telah 54 tahun, ia berharap TP PKK bisa lebih bermanfaat bagi masyarakat. PKK pun diimbau untuk terus mendukung pembangunan menuju kesejahteraan masyarakat melalui berbagai kegiatannya.
“Karena itu, saya mendorong PKK harus betul-betul berjalan sesuai tujuannya. Bagaimana gerak langkah para kader dilakukan untuk 10 program pokok PKK, karena memang betul-betul harus diwujudkan. Saya juga meminta agar PKK jangan sampai ikut gerakan-gerakan politik,” imbuhnya.
Ketua TP PKK Kabupaten Sleman, Parnilah Harda Kiswaya pun mengajak seluruh kader PKK Kabupaten Sleman untuk terus merawat semangat dalam pengabdian demi kemajuan Kabupaten Sleman. Ia pun mengajak masyarakat Sleman untuk memulai membiasakan budaya menabung dan berinvestasi secara cerdas.
“Semoga kegiatan ini menjadi penguat semangat kita semua untuk terus mengabdikan diri bagi keluarga dan masyarakat. Karena sejatinya, keluarga yang kuat akan melahirkan masyarakat yang hebat. Dan masyarakat yang hebat akan membawa kemajuan bagi Sleman kita tercinta,” katanya.
HUMAS DIY





