Jakarta,REDAKSI17.COM – Nilai tukar Rupiah kembali menjadi sorotan setelah pergerakannya terus melemah hingga nyaris menyentuh angka Rp17.800 per dolar AS. Menanggapi kondisi tersebut, Menteri Keuangan Purbaya menegaskan bahwa pelemahan Rupiah dinilai tidak sejalan dengan kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang saat ini disebut masih sangat kuat.
Menurut Menkeu, berbagai indikator ekonomi nasional menunjukkan kondisi yang stabil. Data Badan Pusat Statistik (BPS) disebut selalu dicocokkan dengan kondisi riil di lapangan, mulai dari penjualan kendaraan, konsumsi semen, hingga penggunaan listrik masyarakat.
“Fundamentalnya bagus, sebetulnya enggak masuk akal saja melemah itu,” ujar Menkeu Purbaya kepada awak media.
Ia juga mengaku rutin memantau langsung aktivitas ekonomi masyarakat di berbagai daerah. Dari hasil pengamatannya, pusat-pusat ekonomi dan pasar di sejumlah kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, hingga Yogyakarta masih terlihat ramai dan aktivitas belanja masyarakat tetap berjalan normal.
Terkait dampak pelemahan Rupiah terhadap keuangan negara, pemerintah memastikan APBN tetap dalam kondisi aman. Kementerian Keuangan disebut telah melakukan berbagai simulasi dan stress test terhadap gejolak global, termasuk kemungkinan lonjakan harga minyak dunia dan tekanan nilai tukar.
Selain itu, pemerintah bersama otoritas keuangan terus melakukan langkah strategis di pasar obligasi untuk menjaga stabilitas pasar dan menarik kembali aliran modal asing ke Indonesia.
Menkeu juga memastikan pemerintah sedang menyiapkan langkah lanjutan yang diklaim dapat membantu penguatan nilai tukar Rupiah secara lebih signifikan ke depan.




