Beranda / Daerah / DIY Dorong Pendidikan Humanis Melalui Pendekatan Neurosains

DIY Dorong Pendidikan Humanis Melalui Pendekatan Neurosains

Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Di tengah tantangan pendidikan yang semakin kompleks, Pemerintah Daerah (Pemda) DIY mendorong penguatan pendidikan humanis melalui pendekatan neurosains. Melalui July Transformation Series 2026 yang diinisiasi Yayasan Rewiring Hope Indonesia bekerja sama dengan Pemda DIY, dihadirkan ruang kolaborasi edukatif dan ilmiah untuk mendorong lahirnya sistem pembelajaran yang lebih adaptif, inklusif, serta mendukung kesehatan mental dan ketangguhan generasi muda.
Rangkaian kegiatan yang akan berlangsung pada 3–4 Juli 2026 di Taman Budaya Yogyakarta tersebut menjadi bagian dari ikhtiar membangun ekosistem pendidikan yang menempatkan manusia sebagai pusat proses belajar. Pendekatan human-centered learning dinilai semakin relevan dalam menjawab perubahan zaman yang menuntut peserta didik tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga tangguh secara emosional dan sosial.
Penyelenggaraan kegiatan ini turut mendapat dukungan internasional melalui hibah yang diterima The Excellent Study sebagai awardee IBRO – Brain Awareness Week 2026, Dana Foundation, dan IBRO Speaker Support Grant 2026. Dukungan tersebut menjadi pengakuan terhadap berkembangnya inisiatif pendidikan berbasis neurosains di Indonesia sekaligus memperkuat jejaring kolaborasi ilmiah DIY di tingkat global.
Ketua Panitia July Transformation Series 2026, Anastasia Ajeng Wulan Tantri, M.Ed., mengatakan pendidikan tidak semestinya menjadi ruang yang menekan peserta didik, melainkan ruang yang memulihkan dan menguatkan manusia secara utuh.
“Ketika otak dipahami, hati dihormati, dan relasi dipulihkan, belajar tidak lagi melukai. Belajar menjadi proses penyembuhan,” ujarnya, Selasa (26/05).
Menurutnya, pemahaman mengenai cara kerja otak dan regulasi emosi menjadi bagian penting dalam menciptakan proses belajar yang sehat dan bermakna. Karena itu, pendekatan neurosains perlu diintegrasikan dalam praktik pendidikan sehari-hari agar peserta didik mampu tumbuh menjadi pribadi yang resilien, kreatif, dan adaptif.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga diharapkan menjadi kontribusi nyata dalam memperkuat pendidikan khas Kejogjaan yang berakar pada nilai kemanusiaan, budaya, dan semangat gotong royong, namun tetap terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan modern.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Brain Awareness Week 2026 bertema “Kisah Otak yang Tangguh” pada 3 Juli 2026. Program ini menyasar peserta usia 10–18 tahun melalui berbagai aktivitas kreatif, reflektif, dan partisipatif untuk meningkatkan literasi neurosains sekaligus membangun kesadaran kesehatan mental sejak dini.
Peserta akan diajak memahami bagaimana otak bekerja dalam menghadapi tekanan, mengelola emosi, serta membangun ketangguhan diri di tengah perubahan sosial yang semakin cepat. Program tersebut sekaligus menjadi ruang pembelajaran yang mendorong lahirnya karakter pembelajar yang sehat, adaptif, dan berdaya tahan kuat.
Selanjutnya, pada 4 Juli 2026, forum ilmiah Teaching the Healing Brain akan menghadirkan dialog lintas disiplin yang melibatkan pendidik, akademisi, peneliti, dan praktisi pendidikan. Forum ini akan membahas integrasi neurosains dalam praktik pembelajaran, mulai dari neuroplastisitas dalam proses belajar, regulasi emosi di lingkungan pendidikan, hingga penguatan resiliensi kognitif peserta didik.
Melalui forum tersebut, penyelenggara berharap hasil-hasil riset neurosains dapat diterjemahkan ke dalam praktik pendidikan yang lebih kontekstual dan aplikatif. Dengan demikian, proses belajar tidak hanya efektif secara akademik, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat, aman, dan memanusiakan peserta didik.
Kolaborasi antara Pemda DIY dan Yayasan Rewiring Hope Indonesia ini sekaligus menegaskan komitmen bersama dalam mendorong transformasi pendidikan yang berpihak pada masa depan generasi muda. DIY pun terus memperkuat posisinya sebagai ruang tumbuh inovasi pendidikan humanis yang berbasis budaya, ilmu pengetahuan, dan nilai kemanusiaan.
Humas Pemda DIY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *