
Gunungkidul,REDAKSI17.COM – Masyarakat Kapanewon Ngawen, khususnya warga Padukuhan Gudang, Kelurahan Kampung, kembali menggelar ritual adat tahunan Grebeg Besar Gunung Wijil pada Kamis Kliwon, 28 Mei 2026.
Acara yang sarat akan nilai sejarah dan spiritual ini menjadi momentum bagi warga untuk memohon berkah serta memperkuat tali persaudaraan antarumat beragama di Kabupaten Gunungkidul.
Upacara Grebeg Besar ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk penghormatan dan pengingat akan jasa para leluhur, khususnya Raden Ngabehi Jayakrama. Ia merupakan tokoh penting yang dimakamkan di kawasan tersebut dan dikenal sebagai bagian dari Bergada Kawandajaya Alap-alap Pangeran Sambernyawa yang gigih berjuang melawan penjajah demi mempertahankan bumi pertiwi.

Melalui filosofi “Rumangsa melu handarbeni, wajib melu hangrungkepi, mulat sarira hangrasa wani,” masyarakat diajak untuk terus melestarikan kebudayaan Jawa agar tidak punah dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.
Rangkaian acara dimulai dengan prosesi pasrah lan tampi gunungan. Purrahuan, mewakili warga, menyerahkan sarana upacara kepada Agus Sumaryana sebagai simbol permohonan agar masyarakat senantiasa diberkahi keselamatan, ketenteraman, dan kesejahteraan oleh Tuhan Yang Maha Esa.
Salah satu poin unik dalam Grebeg Besar Gunung Wijil tahun ini adalah keterlibatan aktif berbagai elemen masyarakat tanpa memandang latar belakang agama. Acara ini diikuti oleh umat Islam, Hindu, Kristen Jawa, Katolik, hingga Muhammadiyah, serta melibatkan pelajar dari tingkat SD hingga SMK.
“Kebudayaan adalah alat pemersatu bangsa. Perbedaan suku, agama, dan ras dibingkai dalam Bhinneka Tunggal Ika,” tegas Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih dalam sambutannya, sembari mengingatkan bahwa identitas sebagai bangsa Indonesia harus tetap dijaga meski memeluk agama yang berbeda.
Bupati Gunungkidul yang hadir dalam acara tersebut memberikan apresiasi tinggi terhadap kreativitas warga, termasuk pembuatan hiasan janur dan penjor yang dikerjakan secara gotong royong hingga dini hari. Bupati menekankan pentingnya memiliki kepribadian dalam kebudayaan, sesuai dengan ajaran Bung Karno mengenai Tri Sakti./

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung kelestarian situs budaya ini. Melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU), pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp300 juta untuk rehabilitasi jalan menuju kawasan Gunung Wijil guna mempermudah akses wisatawan dan peziarah.
Selain itu, upacara ini telah resmi masuk ke dalam kalender event tahunan Kabupaten Gunungkidul.Dukungan juga mengalir dari berbagai pihak, termasuk donasi dari KGPAA Mangkunegara serta kontribusi dari Ikatan Keluarga Gunungkidul (IKG) dan pelaku usaha lokal. Kemeriahan acara turut didukung oleh penampilan seni tradisi seperti Jathilan, reog ogoh-ogoh, dan penampilan seni dari sekolah-sekolah di wilayah Ngawen.
Harapan Masa Depan
Melalui penyelenggaraan Grebeg Besar Gunung Wijil, masyarakat berharap agar wilayah Ngawen dan Gunungkidul pada umumnya dijauhkan dari segala malapetaka (nir ing sambikala) serta selalu dalam perlindungan Tuhan.
Bupati Gunungkidul juga berharap agar semangat golong gilig (persatuan) ini terus terjaga demi mewujudkan masyarakat yang tenteram dan raharja.Upacara diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat, memohon keselamatan dan kelimpahan rezeki bagi seluruh warga.



