
Gunungkidul,REDAKSI17.COM– Pemerintah Kabupaten Gunungkidul terus berupaya mempercepat pemulihan infrastruktur di wilayah-wilayah pelosok yang terdampak bencana alam. Salah satu fokus utama saat ini adalah Padukuan Suruh, Kelurahan Hargomulyo, Kapanewon Gedangsari, yang merupakan salah satu wilayah dengan kondisi geografis tersulit dan paling tertinggal di Kabupaten Gunungkidul.
Lurah Hargomulyo, Sumaryanto, menjelaskan bahwa Padukuan Suruh mengalami dampak parah akibat Badai Cempaka pada tahun 2017 silam. Bencana tersebut menyebabkan akses jalan warga amblas dan hilang total. Meskipun upaya pembangunan kembali telah dilakukan, pengerasan jalan secara permanen baru bisa direalisasikan tahun ini melalui program bantuan gotong royong.
“Jalan itu putus, hilang, amblas. Kami bangun lagi tapi belum bisa pengerasan. Dengan bantuan gotong royong ini, dampak kebencanaan 2017 akhirnya bisa terbangun kembali melalui cor blok,” ujar Sumaryanto.

Ia menambahkan bahwa bantuan sebesar kurang lebih Rp30 juta digunakan sepenuhnya untuk pengadaan material, sementara seluruh tenaga kerja berasal dari swadaya dan gotong royong masyarakat.
Panewu Gedangsari, Eko Krisdiyanto, mengungkapkan bahwa di tahun 2026, terdapat tujuh titik pembangunan strategis di wilayahnya, termasuk enam proyek cor blok dan satu pembangunan talud di Tegalrejo. Selain infrastruktur jalan, Pemkab juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,1 miliar untuk pembangunan TK Negeri sebagai langkah strategis memajukan pendidikan di Gedangsari.
Eko menekankan pentingnya stimulan material dari pemerintah karena anggaran desa untuk pembangunan fisik kini berkurang drastis hingga tersisa 25%, “Masyarakat tidak masalah bekerja bakti, yang penting materialnya tersedia,” ungkapnya. Keberhasilan skema ini terlihat di Kelurahan Ngalang, di mana target jalan sepanjang 116 meter berhasil melampaui rencana menjadi 130 meter berkat kerja sama warga bersama jajaran Polsek dan Koramil.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, dalam arahannya menegaskan bahwa pembangunan di wilayah utara seperti Gedangsari adalah wujud nyata dari pengamalan Sila Kelima Pancasila, yaitu keadilan sosial. Ia memahami kekhawatiran warga saat musim hujan tiba, mengingat wilayah ini rawan longsor.
“Ke depan, Kita berencana untuk terus menganggarkan bantuan gotong royong ini di setiap padukuan agar pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat,” tegas Bupati Endah dalam kegiatan Kepyakan di Kalurahan Serut, Gedangsari, Jumat, 29 Mei 2026.
Pembangunan infrastruktur ini diharapkan tidak hanya sekadar membangun fisik, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi untuk menurunkan angka kemiskinan dan mengatasi masalah stunting di wilayah terpencil. Semangat gotong royong yang disebut Bupati sebagai “pemerasan keringat bersama” diharapkan terus terjaga sebagai modal sosial utama pembangunan di Gunungkidul.


