Beranda / Daerah / Rakernas ANTARA 2026 Perkuat Otoritas Narasi Negara

Rakernas ANTARA 2026 Perkuat Otoritas Narasi Negara

Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Di tengah derasnya arus informasi digital yang kerap mengaburkan batas antara fakta dan opini, ANTARA dituntut semakin kokoh menjadi rujukan informasi publik yang kredibel dan terpercaya. Semangat itu diteguhkan melalui Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ANTARA 2026 yang diharapkan memperkuat peran ANTARA sebagai otoritas narasi negara sekaligus penjaga tutur kebangsaan yang jernih, berimbang, dan bermartabat.

Harapan tersebut disampaikan Gubernur DIY melalui sambutan yang dibacakan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) DIY, Hari Edi Tri Wahyu Nugroho, pada Opening Ceremony Rakernas ANTARA 2026 di Hotel Grand Mercure Yogyakarta, Rabu (03/06). Kegiatan yang berlangsung pada 3–5 Juni 2026 itu mengangkat tema “Mengokohkan Peran Strategis ANTARA dalam Ekosistem Informasi Negara dan Transformasi Bisnis Media Digital.”

Dalam sambutan Gubernur DIY disampaikan bahwa tantangan komunikasi publik saat ini tidak lagi sekadar bagaimana negara menghasilkan kebijakan yang tepat, tetapi juga bagaimana kebijakan tersebut dipahami masyarakat secara utuh. Di tengah banjir informasi yang bergerak cepat, negara dituntut mampu menghadirkan komunikasi yang jernih, kredibel, dan bertanggung jawab agar tidak kehilangan kepercayaan publik.

Gubernur DIY juga menyoroti kearifan lokal Jawa yang berbunyi ajining diri dumunung ana ing lathi, yang berarti martabat seseorang terletak pada tutur katanya. Nilai tersebut, menurutnya, relevan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Martabat negara tercermin dari cara negara bertutur kepada rakyatnya. Tutur negara yang baik bukanlah yang menutup perbedaan, melainkan yang mampu menjaga keberagaman tetap berada dalam koridor kebangsaan.

Lebih jauh dijelaskan, dalam tata kelola pemerintahan modern, narasi bukan sekadar instrumen komunikasi, melainkan bagian dari tata kelola itu sendiri. Narasi strategis berfungsi menjelaskan identitas, menggambarkan situasi yang sedang dihadapi, sekaligus menunjukkan arah kebijakan yang ingin dicapai. Narasi yang kuat mampu membangun legitimasi, memperkuat kepercayaan publik, serta membantu masyarakat memahami tujuan dari setiap langkah pembangunan.

“Komunikasi negara tidak cukup hanya banyak, tetapi harus relevan, mudah dipahami, jujur, dan konsisten dengan tindakan. Kepercayaan publik lahir dari keterbukaan informasi dan komunikasi yang berkualitas,” ujar Hari Edi saat membacakan sambutan Gubernur DIY.

Hari Edi mengatakan, di tengah derasnya arus informasi digital, ANTARA memiliki posisi strategis sebagai penjaga kualitas informasi publik. Menurutnya, keberadaan kantor berita negara menjadi semakin penting untuk memastikan masyarakat memperoleh informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Rakernas ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran ANTARA sebagai rujukan informasi publik sekaligus penjaga narasi kebangsaan. Di tengah maraknya disinformasi, masyarakat membutuhkan sumber informasi yang tidak hanya cepat, tetapi juga tepat dan terpercaya,” katanya.

Dalam konteks itulah, ANTARA dinilai memegang peran yang sangat strategis. Sebagai kantor berita negara, ANTARA berada pada posisi penting dalam menjembatani fakta, kebijakan, dan pemahaman publik. Ketika ruang digital dipenuhi informasi yang tidak seluruhnya terverifikasi, ANTARA diharapkan hadir sebagai rujukan yang sahih sekaligus penjernih informasi bagi masyarakat.

Gubernur DIY berharap Rakernas ANTARA 2026 menjadi momentum untuk memperkuat kapasitas kelembagaan ANTARA sebagai otoritas narasi negara yang kredibel, konstruktif, dan berintegritas. ANTARA diharapkan tidak hanya menjadi penyampai berita yang cepat, tetapi juga penjaga informasi yang tepat; tidak hanya resmi, tetapi dipercaya; serta tidak hanya menyampaikan fakta, melainkan membantu publik memahami makna di balik setiap peristiwa dan kebijakan.

Sementara itu, Direktur Utama Perum LKBN ANTARA, Benny Siga Butarbutar menegaskan tema Rakernas tahun ini merupakan refleksi atas tantangan besar yang dihadapi media di era digital. Menurutnya, arus informasi yang bergerak begitu cepat membuat batas antara fakta dan opini semakin tipis, sementara kepercayaan publik menjadi aset yang paling berharga.

“ANTARA bukan hanya penyampai informasi, tetapi juga aktor utama dalam ekosistem informasi negara, penjaga kredibilitas, pengelola narasi kebangsaan, serta institusi yang memastikan masyarakat memperoleh informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipercaya,” tutur Benny.

Benny menegaskan reputasi ANTARA dibangun melalui konsistensi kerja, integritas jurnalistik, profesionalisme, serta kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi dan perubahan perilaku publik. Karena itu, Rakernas 2026 diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat kolaborasi, menyatukan langkah, dan merumuskan strategi yang lebih adaptif bagi masa depan ANTARA.

“Kita harus mampu menjadi media yang cepat namun tetap akurat, modern namun tetap kredibel, serta adaptif tanpa kehilangan jati diri sebagai lembaga pers milik negara. Dengan semangat kebersamaan, profesionalisme, dan inovasi, ANTARA akan terus tumbuh menjadi media nasional yang kuat, relevan, dan dipercaya masyarakat Indonesia,” tandas Benny.

Rakernas ANTARA 2026 dihadiri Deputi Bidang Fasilitasi dan Sinergi Pembangunan BP BUMN Hambra, Direktur Pengelolaan Perum BP BUMN Muhammad Khoerur Roziqin, jajaran Dewan Pengawas dan Direksi Perum LKBN ANTARA, para Kepala Biro ANTARA dari seluruh Indonesia, serta mitra pendukung. Melalui Rakernas ANTARA 2026, komitmen untuk menghadirkan informasi yang akurat, mencerahkan, dan membangun kepercayaan publik kembali ditegaskan sebagai fondasi penting dalam menjaga kualitas demokrasi dan persatuan bangsa.

Humas Pemda DIY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *