Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia (APJI) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) APJI 2026, dengan mengusung tema “Konsolidasi Nasional dan Pengokohan Organisasi Menuju APJI sebagai Mitra Utama Strategis Stakeholder Jasaboga”. Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengungkapkan, melalui pemilihan tema tersebut, APJI telah menegaskan posisinya sebagai aktor strategis yang turut menentukan arah kedaulatan pangan Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Sri Sultan saat memberikan sambutan pada Rakernas APJI 2026 di Ayodhya Grand Ballroom, Hotel De Djokja, Rabu (03/06). Hadir dalam gelaran tersebut, Deputi Bidang Kreativitas, Budaya, dan Desain Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Yuke Sri Rahayu, Dewan Kehormatan APJI, Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia, Rahayu Setiowati, beserta jajaran, Ketua Umum APJI, Tashya Megananda Yukki, Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, serta segenap Ketua Umum Organisasi Mitra APJI dan Ketua DPD APJI se-Indonesia.
“Saya memandang tema rakernas kali ini, “konsolidasi nasional dan pengokohan organisasi menuju APJI sebagai mitra utama strategis stakeholders jasaboga” sebagai pernyataan posisi. APJI menyatakan dirinya bukan lagi sekadar pengamat di tepi panggung kebijakan, melainkan aktor strategis yang ikut menentukan arah kedaulatan pangan bangsa,” tutur Sri Sultan.
Melalui forum tersebut, Sri Sultan turut mengingatkan pentingnya pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan industri jasaboga masa kini di Indonesia. Menurutnya, teknologi kecerdasan buatan terbukti mampu menekan angka pemborosan makanan hingga lebih dari 50 persen, sementara transformasi menuju manajemen digital dapat meningkatkan efisiensi biaya sekaligus menjamin keamanan pangan. Hal ini menunjukkan bahwa model ekonomi sirkular dapat diterapkan di dapur-dapur katering, baik dalam skala besar maupun kecil.
“Untuk itu saya mendorong APJI untuk tidak berhenti pada konsolidasi organisasi. Melangkahlah lebih jauh untuk turut membangun ekosistem riset terapan berkelanjutan bersama perguruan tinggi, UMKM, serta mitra-mitra strategi,” pungkas Sri Sultan.
Pada kesempatan yang sama, mewakili Menteri Ekonomi Kreatif RI, Deputi Bidang Kreativitas, Budaya, dan Desain Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Yuke Sri Rahayu, mengapresiasi kontribusi APJI yang konsisten menjadi mitra sekaligus teknis pemerintah dalam sektor pengembangan industri jasaboga. Tantangan yang dihadapi industri jasaboga saat ini bukan sekadar menjaga pertumbuhan dan perputaran keuangan, melainkan turut memastikan para pelaku usaha mampu meningkatkan kualitas, memperluas pasar, mengakses pembiayaan, dan membangun daya saing yang tentunya berkelanjutan.
Ke depan, Kemenkraf akan mendorong penguatan sektor kuliner melalui pendekatan rantai nilai ekonomi kreatif yang mencakup proses kreasi, produksi, distribusi, konsumsi, hingga konservasi. Pada tahap kreasi dan produksi, fokus diarahkan pada inovasi produk, peningkatan kapasitas usaha, serta penguatan kualitas dan standardisasi. Sementara pada tahap distribusi dan konsumsi, akses pasar akan diperluas melalui promosi, business matching, dan pemanfaatan platform digital, disertai upaya pelestarian warisan kuliner nusantara serta perlindungan hak kekayaan intelektual sebagai bagian dari pendekatan konservasi.
“Dalam konteks tersebut, APJI memiliki posisi yang sangat strategis sebagai mitra pemerintah dalam memperkuat kapasitas pelanggung usaha, meningkatkan standar layanan, dan memperluas jejaring industri jasaboga di berbagai daerah,” ungkap Yuke.
Sementara itu, Ketua Panitia Rakernas APJI 2026, Kiki Puspita Sari mengungkapkan, pemilihan Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai tuan rumah bukan tanpa alasan. Menurutnya, Yogyakarta tekah menjadi ruang yang berhasil merawat harmoni antar budaya, karakter, dan kebijaksanaan, sejalan dengan semangat yang ingin diusung rakernas APJI 2026.
Lebih lanjut, Kiki berharap, pertemuan ini dapat menjadi momentum penting dalam menyatukan visi dan memperkuat kolaborasi sekaligus mengukuhkan peran APJI dalam ekosistem pangan nasional. “Mari kita bersama melangkah. APJI maju, jasaboga Indonesia berdaya,” ajaknya.
Rakernas APJI 2026 digelar selama 3–5 Juni 2026, dan diikuti peserta dari DPD APJI se-Indonesia. Sebanyak 21 DPD hadir dalam pembukaan rakernas, dengan total peserta mencapai lebih dari 350 orang.
Humas Pemda DIY




