Jakarta,REDAKSI17.COM – Presiden Prabowo Subianto mengundang seorang motivator sekaligus pengusaha Amerika Serikat (AS), Tony Robbins untuk berbicara di hadapan 12.173 penggerak dan mitra Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu 4 Juni 2026. Sosok tersebut bernama Tony Robbins.
Hal ini disampaikan Prabowo saat menghadiri ‘Building Indonesia’s Future Generations Through Nutrition’ di SICC Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (3/6/2026).
“Hari ini saya memang mengundang seorang motivator, seorang tokoh, tokoh pengusaha yang sukses dari Amerika Serikat, yang sudah menjadi sahabat saya,” kata Prabowo sebagaimana disiarkan di Youtube Sekretariat Presiden, Kamis (4/6/2026).
“Saya minta beliau untuk bisa sedikit memberi mungkin pandangan beliau dan pendapat-pendapat beliau tentang kepemimpinan, tentang menghadapi kesulitan, menghadapi tantangan. Banyak pandangan-pandangan beliau sama dengan pandangan saya,” sambungnya.
Dia menceritakan Tony Robbins lahir dari keluarga yang sangat miskin di AS, dimana ayahnya merupakan seorang tukang parkir. Namun, kata Prabowo, Tony Robbins saat ini berhasil menjadi salah satu orang terkaya di dunia.
“Beliau berasal dari keluarga yang sangat miskin, dari kecil beliau menghadapi tantangan, berasal dari keluarga yang sangat miskin, kalau tidak salah orang tua beliau tukang parkir di Amerika Serikat. Tapi, beliau sekarang menjadi salah satu orang yang mungkin terkaya di dunia,” tuturnya.
Menurut dia, Tony Robbins merupakan salah satu sosok pelopor makan gratis kepada masyarakat yang mengalami kelaparan. Tony Robbins pun menemui Prabowo usai mendengar adanya program MBG yang dijalankan di Indonesia.
“Tapi bukan soal kaya materi atau uang, beliau juga salah satu yang memelopori pemberian makan kepada orang-orang yang kelaparan di seluruh dunia, tidak hanya di negaranya sendiri. Saya jumpa beliau karena beliau dengar tentang program kita,” ujar Prabowo.
Prabowo menceritakan kisah Tony Robbins yang tak memiliki makanan di mejanya saat malam perayaan bangsa AS, Thanksgiving. Saat itu, tiba-tiba ada orang yang memberikan makanan kepada keluarga Tony Robbins.
Namun, ayah Tony Robbins marah dan tak mau menerima makanan dari orang tersebut. Dari sinilah, akhirnya Tony Robbins selalu memikirkan orang-orang yang kelaparan dan memberikannya makanan.
“Orang itu memberi makan, dan bapaknya waktu itu marah, mungkin malu, tidak mau terima makanan, tapi dipaksa untuk terima. Dari situlah beliau berkembang sampai pada saat beliau jadi orang, beliau selalu mikir orang-orang yang tidak makan. Jadi, di situ mungkin ada berjumpanya nilai, berjumpanya, berjumpanya pandangan, dan berjumpanya filosofi,” jelas Prabowo.





