Denpasar,REDAKSI17.COM— Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), memimpin Rapat Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Infrastruktur Provinsi Bali di Gedung Wiswa Sabha, Denpasar, Senin (20/7).
Rapat koordinasi ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam mempercepat pembangunan Bali secara terintegrasi, berkelanjutan, dan berpihak pada kepentingan masyarakat. Sebagai destinasi pariwisata kelas dunia, Bali memiliki peran penting dalam perekonomian nasional sehingga pembangunan harus mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kelestarian lingkungan, budaya, dan kearifan lokal.
Dalam arahannya, AHY menegaskan bahwa pengembangan wilayah Bali harus diawali dengan penataan ruang yang proporsional dan berkelanjutan. Pemerintah juga terus mendorong penyelesaian berbagai tantangan strategis, di antaranya penanganan bottleneck Ketapang–Gilimanuk, pengurangan kemacetan, pengelolaan sampah melalui program waste-to-energy (WTE), penyediaan infrastruktur dasar, infrastruktur sosial, perumahan rakyat, serta penguatan reputasi pariwisata Bali di tingkat internasional.
“Kolaborasi antarkementerian, pemerintah daerah, BUMN, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci untuk menghadirkan pembangunan yang terintegrasi dan berkelanjutan di Bali,” tegas AHY.
Rapat koordinasi dihadiri Gubernur Bali Wayan Koster, Menteri PPN/Kepala Bappenas Prof. Rachmat Pambudy, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Wakil Menteri ATR/BPN Ossy Dermawan, jajaran kementerian terkait, para bupati dan wali kota se-Bali, serta BUMN strategis.
Melalui sinergi seluruh pihak, Kementerian Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan berkomitmen mendorong pembangunan Bali yang terintegrasi, tangguh, dan berkelanjutan, sehingga mampu menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat sekaligus menjaga warisan alam dan budaya untuk generasi mendatang.




