Solo, REDAKSI17.COM – Rangkaian upacara bertahtanya Sahandhap Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kangjeng Susuhunan (SISKS) Paku Buwono XIV di Keraton Solo Jumat-Sabtu (4-5 September 2026). Acara jumenengan pada Sabtu, 5 September. Prosesi ini diawali dengan prosesi ruwatan, Jumat, 4 September 2026, sekitar pukul 15.00 WIB.
Pengageng Sasana Wilapa sekaligus Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Solo. GKR Koes Moertiyah Wandansari atau Gusti Moeng, mengatakan ruwatan memiliki makna penting dalam tradisi Jawa. “Ruwatan pada dasarnya dimaksudkan untuk menghilangkan sukerta, yaitu segala sesuatu yang dianggap tidak baik atau dapat menjadi penghalang dalam perjalanan kehidupan seseorang,” ujar Gusti Moeng.
Menurut Gusti Moeng, ruwatan menjadi bagian dari persiapan Sinuwun sebelum menjalankan amanah dan tanggung jawab sebagai seorang raja. “Karena itu, ruwatan ini menjadi bagian penting dalam menapaki perjalanan Sinuwun, agar dalam menjalankan amanahnya tidak ada aral melintang, tidak ada gangguan, dan segala sesuatunya berjalan dengan baik,” katanya.
Selain memohon keselamatan dan kelancaran, ruwatan juga mengandung harapan agar Sinuwun mampu menjalankan perannya sebagai panutan dan pengayom di lingkungan Keraton Surakarta Hadiningrat. “Yang paling utama, Sinuwun diharapkan dapat menjadi panutan dan pengayom bagi para sembahan dan abdi dalemnya, serta mampu menjalankan tanggung jawab dan amanah sebagai seorang raja,” tutur Gusti Moeng.
Prosesi ruwatan tersebut dipimpin melalui pagelaran oleh Sri Susilo yang dikenal sebagai Dalang Tengkleng. Gusti Moeng menjelaskan keterlibatan Sri Susilo berkaitan dengan tradisi ruwatan sekaligus hubungan trah dengan lingkungan keraton.




