Beranda / Daerah / Pemkab Gunungkidul Pastikan Perlindungan dan Pendampingan bagi Anak Korban Kekerasan

Pemkab Gunungkidul Pastikan Perlindungan dan Pendampingan bagi Anak Korban Kekerasan

Gunungkidul,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul bergerak cepat merespons kasus kekerasan terhadap anak berinisial ACB (3) yang sempat viral di media sosial. Dalam kunjungan langsung ke lokasi, Jumat, 5 Juni 2026, dimana anak tersebut saat ini berada dirumah neneknya, di Patuk, Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih yang menyambangi langsung memastikan bahwa korban saat ini berada dalam kondisi aman dan mendapatkan perlindungan penuh.

Kunjungan tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Sosial, Kepala UPT Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Gunungkidul, serta didampingi oleh Panewu beserta jajaran TNI dan Polri Kapanewon Patuk. Kehadiran para pejabat ini bertujuan untuk meninjau langsung kondisi psikologis dan kesehatan anak ACB setelah mengalami insiden penelantaran oleh ibu kandungnya.

Berdasarkan hasil peninjauan, anak ACB dilaporkan dalam keadaan sehat walafiat, tampak gembira, dan sudah merasa nyaman tinggal bersama nenek serta keluarga besar dari pihak ayahnya di wilayah Patuk. Sebelumnya, kasus ini menyita perhatian publik setelah beredar informasi bahwa sang anak ditinggalkan oleh ibunya dalam kondisi tangan, kaki, dan mulut terlakban.

“Terkait latar belakang keluarga, diketahui bahwa ayah dari anak tersebut merupakan warga Patuk, Gunungkidul, sementara sang ibu berasal dari Tulang Bawang, Lampung.” ungkap Bupati Endah saat ditemui seusai melihat kondisi korban.

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menegaskan komitmennya untuk memberikan perlindungan menyeluruh terhadap kekerasan yang menimpa perempuan maupun anak-anak. Sebagai langkah konkret, Dinas Sosial dan UPT PPA telah menyiapkan safety house (rumah aman) bagi para korban kekerasan yang membutuhkan tempat perlindungan sementara.

“Kami berkomitmen memberikan perlindungan penuh. Kami juga menyiapkan safety house bagi para korban kekerasan terhadap perempuan dan anak,” tegas Bupati Endah.

Namun, untuk kasus anak ACB, diputuskan bahwa ia akan tetap tinggal bersama keluarga besar ayahnya yang sangat mencintainya.

Menutup kunjungan tersebut, pemerintah mengimbau seluruh warga masyarakat Gunungkidul untuk lebih peduli dalam menjaga, mencintai, dan melindungi anak-anak di lingkungan masing-masing. Masyarakat diminta untuk memastikan tidak ada lagi anak yang terlantar atau mengalami tindak kekerasan, serta berharap agar permasalahan keluarga yang terjadi dapat segera terselesaikan dengan baik demi masa depan anak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *