Beranda / Daerah / Gunungkidul Perkokoh Jati Diri Bangsa Melalui Pengukuhan Dewan Kebudayaan 2026-2029

Gunungkidul Perkokoh Jati Diri Bangsa Melalui Pengukuhan Dewan Kebudayaan 2026-2029

Gunungkidul,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul secara resmi mengukuhkan jajaran pengurus Dewan Kebudayaan Kabupaten Gunungkidul Masa Bakti 2026-2029. Prosesi pengukuhan yang berlangsung khidmat di Joglo Taman Budaya Gunungkidul, Jumat, (5/6/2026) ini menandai babak baru dalam upaya pelestarian dan pengembangan kekayaan budaya di Bumi Handayani.

Ketua Dewan Kebudayaan Kabupaten Gunungkidul yang baru dilantik, Dedi Susilo menyatakan bahwa amanah ini merupakan tanggung jawab besar untuk merawat warisan nilai budaya, tradisi, adat istiadat, hingga pengetahuan lokal. Ia menegaskan komitmennya untuk membangun kolaborasi erat dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, komunitas seni, lembaga pendidikan, hingga generasi muda.

“Kemajuan kebudayaan tidak dapat diwujudkan oleh satu pihak saja, melainkan melalui kerja sama, gotong royong, dan semangat kebersamaan,” tegasnya dalam sambutan perdana.

Dewan Kebudayaan diharapkan menjadi wadah yang mampu merangkul seluruh potensi budaya serta menjadi penggerak inovasi yang tetap berakar pada nilai-nilai luhur masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih menekankan bahwa keberadaan dewan ini merupakan mandat dari Peraturan Bupati Gunungkidul Nomor 81 Tahun 2022. Namun, lebih dari sekadar menjalankan regulasi, pengukuhan ini adalah wujud komitmen nyata untuk menjaga jati diri daerah.

Bupati menyoroti pentingnya kebudayaan sebagai pondasi utama pembangunan masa depan, bukan sekadar warisan masa lalu yang statis. Ia meyakini bahwa keistimewaan Yogyakarta bersumber dari Kabupaten Gunungkidul, yang memiliki kekayaan budaya mulai dari seni, bahasa, aksara, hingga pengobatan tradisional dan kuliner.

Mengutip ajaran Bung Karno mengenai Trisakti, khususnya poin “berkepribadian dalam kebudayaan,” Bupati mengingatkan agar masyarakat tetap bangga dengan identitas budayanya sendiri tanpa harus meniru budaya luar secara buta. Ia juga memberikan catatan penting mengenai keberagaman dalam kepengurusan dewan yang baru, yang mencakup berbagai latar belakang agama sebagai simbol intoleransi nol persen di Gunungkidul.

“Kebudayaan adalah pemersatu kita. Jangan sampai perbedaan keyakinan memecah belah kita,” ujar Bupati.

Menghadapi arus globalisasi, Dewan Kebudayaan didorong untuk bersikap adaptif terhadap teknologi digital guna memperkuat dokumentasi dan promosi budaya. Selain itu, pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya menjadi prioritas agar warisan leluhur tidak hanya lestari secara nilai, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi kesejahteraan masyarakat.

Sebagai langkah awal setelah pengukuhan, Bupati berencana memberikan paparan pembinaan khusus agar program kerja Dewan Kebudayaan selaras dengan visi misi dan program prioritas pemerintah daerah. Acara ditutup dengan harapan agar pengurus baru dapat bekerja dengan penuh integritas dan dedikasi demi kemajuan kebudayaan di Bumi Handayani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *