
JAKARTA,REDAKSI17.COM— Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka menerima kedatangan 15 orang perwakilan mahasiswa yang menggelar aksi unjuk rasa di Jakarta, pada Senin (15/6/2026). Pertemuan yang berlangsung di Istana Wakil Presiden tersebut bertujuan untuk menjembatani penyampaian tuntutan serta aspirasi dari para mahasiswa secara langsung kepada pucuk pimpinan nasional.
Para delegasi mahasiswa tersebut diketahui berasal dari Universitas Bung Karno (UBK) dan Universitas MH Thamrin Jakarta. Pertemuan ini berlangsung secara terbuka setelah sebelumnya para mahasiswa menyuarakan aspirasi mereka melalui aksi demonstrasi di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat.
Berbagai Tuntutan Isu Strategis
Koordinator aksi sekaligus Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Bung Karno, Muhammad Abdi, mengungkapkan bahwa pihaknya membawa sejumlah kajian strategis yang merangkum isu-isu nasional maupun daerah. Ada beberapa klaster utama yang diserahkan langsung kepada Wakil Presiden.
Pada klaster fiskal dan pendidikan, mahasiswa mendesak pemerintah untuk membekukan sementara pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Mereka juga menuntut dilakukannya audit transparansi terhadap kebijakan deputi kedaulatan pangan di daerah. Mahasiswa mengusulkan agar efisiensi anggaran dari program tersebut dialihkan untuk menyubsidi biaya operasional pendidikan tinggi demi mewujudkan pendidikan yang terjangkau bagi masyarakat luas.
Selain masalah anggaran pendidikan, klaster hukum dan supremasi sipil turut menjadi sorotan utama. Perwakilan mahasiswa mendesak pemerintah daerah untuk mengirimkan rekomendasi resmi kepada DPR RI agar segera melakukan legislative review terhadap Undang-Undang Kepolisian RI (UU Polri) yang baru saja disahkan beberapa pekan lalu.
Sementara itu, pada klaster moneter dan energi, para mahasiswa mendesak otoritas moneter pusat untuk segera melakukan intervensi guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Mereka juga menuntut pembatalan kebijakan kenaikan harga BBM jenis Pertamax yang dinilai memperburuk daya beli masyarakat.
Wapres Catat di Buku Kecil
Merespons berbagai tuntutan tersebut, Wapres Gibran Rakabuming Raka menyambut baik sikap kritis para mahasiswa. Berdasarkan penuturan Abdi, Gibran secara saksama mendengarkan dan mencatat poin-poin tuntutan dalam sebuah buku kecil.
Putra sulung Presiden ke-7 RI Joko Widodo tersebut menegaskan komitmen penuh pemerintah untuk terus memperbaiki dan mengevaluasi segala bentuk kekurangan dalam kebijakan nasional. “Saya sadar masih banyak minusnya, kekurangannya banyak, ya ini yang harus kita perbaiki bersama,” ujar Gibran di hadapan perwakilan mahasiswa.
Gibran juga menyampaikan apresiasinya atas masukan dan sikap kritis elemen mahasiswa. Seluruh aspirasi tersebut dipastikan akan menjadi bahan evaluasi dan segera diteruskan serta dikoordinasikan langsung dengan Presiden Prabowo Subianto.
Ultimatum Lima Hari
Kendati pertemuan berlangsung kondusif, pihak mahasiswa tetap memberikan tenggat waktu yang ketat kepada pemerintah. Arya, perwakilan mahasiswa dari UBK lainnya, menegaskan bahwa pemerintah diberikan waktu 5×24 jam sejak Senin malam untuk menunjukkan progres nyata atas memorandum tersebut.
Apabila dalam tenggat waktu tersebut pemerintah mengabaikan atau tidak menunjukkan bukti realisasi, mahasiswa mengancam akan menggelar aksi demonstrasi jilid kedua. “Jika tidak dihiraukan, kami akan melaksanakan aksi demonstrasi yang kedua,” tegas Arya.
Ditutup dengan Salat Berjemaah
Suasana hangat sempat mewarnai akhir pertemuan formal tersebut. Seusai berdialog dan menyerahterimakan hasil kajian, Wapres Gibran mengajak para perwakilan mahasiswa yang Muslim untuk menunaikan ibadah salat Magrib berjemaah di Masjid Baiturrahman, Kompleks Sekretariat Wakil Presiden, Jakarta Pusat.
Sumber: KOMPAS



