Beranda / Nasional Dan Internasional / Trump Ancam Serang Lagi, Iran: Sebaiknya Mereka Berhati-hati!

Trump Ancam Serang Lagi, Iran: Sebaiknya Mereka Berhati-hati!

Jakarta,REDAKSI17.COM – Ketua parlemen Iran yang menjadi kepala negosiator Teheran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengingatkan Amerika Serikat untuk tidak mengancam Iran. Dia bersumpah bahwa “angkatan bersenjata kami siap untuk merespons.”

“Tidakkah mereka berpikir bahwa jika ancaman mereka berpengaruh, mereka tidak akan sampai pada keadaan putus asa seperti sekarang? Kami tidak memperhitungkan ancaman Amerika,” kata Ghalibaf, dilansir media Al Arabiya, Senin (22/6/2026). Ini disampaikannya setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan menyerang Iran karena dukungannya terhadap kelompok Hizbullah di Lebanon.

“Sebaiknya mereka berhati-hati dengan pernyataan mereka; angkatan bersenjata kami siap untuk merespons mereka dengan cara yang berbeda. Apa pun yang mereka katakan, kamilah yang akan bertindak,” tegasnya.

Sebelumnya pada hari Minggu (21/6), Trump telah memposting di platform Truth Social miliknya: “Iran harus segera menghentikan PROKSI mereka yang dibayar mahal di Lebanon agar tidak menimbulkan masalah.”

“Jika mereka tidak melakukannya, kami akan menyerang Iran dengan sangat keras lagi, seperti yang kami lakukan minggu lalu, hanya lebih keras lagi!!!” cetus Trump.

Komentar Ghalibaf ini muncul ketika AS dan Iran mengadakan pembicaraan di Swiss bersama mediator Pakistan dan Qatar. Pertemuan dilakukan setelah menandatangani perjanjian pendahuluan untuk mengakhiri perang AS-Iran awal pekan ini.

Menurut pasal 1 dari nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani oleh Iran dan AS awal bulan ini, secara khusus menyatakan bahwa kedua negara berjanji untuk “menahan diri dari ancaman atau penggunaan kekerasan terhadap satu sama lain.”

Sementara itu, dilaporkan bahwa Wakil Presiden AS JD Vance berangkat ke Swiss untuk melakukan pembicaraan dengan Iran mengenai implementasi kesepakatan untuk mengakhiri perang di Timur Tengah. Dia mengatakan bahwa para negosiator akan membahas program nuklir republik Islam tersebut dan gencatan senjata Lebanon.

“Saya pikir kita mudah-mudahan akan membuat kemajuan dalam masalah nuklir, membuat kemajuan dalam masalah gencatan senjata Lebanon. Itu adalah dua hal besar yang menurut saya harus kita fokuskan,” kata Vance kepada wartawan sebelum berangkat dari Pangkalan Gabungan Andrews, AS, seperti dilansir AFP, Minggu (21/6/2026).

Vance mengatakan bahwa ia hanya dapat bergabung dalam pembicaraan “selama satu atau dua hari.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *