Beranda / Nasional Dan Internasional / Iran Tegaskan Dialog dengan AS Tetap Berlanjut meski Diancam Trump

Iran Tegaskan Dialog dengan AS Tetap Berlanjut meski Diancam Trump

 

Teheran,REDAKSI17.COM – Pemerintah Iran menegaskan proses dialog dengan Amerika Serikat (AS) di Swiss tetap berlanjut meskipun Presiden AS Donald Trump melontarkan ancaman yang memicu ketegangan baru dalam perundingan kedua negara.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyatakan pembicaraan antara Iran dan AS tidak terganggu oleh pernyataan Trump yang dianggap provokatif. Perundingan teknis tersebut berlangsung di Burgenstock, Swiss, pada Minggu (21/6/2026), dengan mediasi dari Pakistan dan Qatar.

Menurut Baghaei, pernyataan Trump sempat muncul di tengah jeda pembicaraan melalui unggahan di media sosial Truth Social. Dalam unggahan tersebut, Trump memperingatkan akan melakukan serangan kembali terhadap Iran jika Teheran tidak menekan sekutunya di Lebanon.

Namun, Iran menilai proses diplomasi tetap berjalan melalui jalur mediator, meskipun sempat terjadi ketegangan dalam forum pembicaraan. “Para perantara terus bertukar pernyataan,” kata Baghaei seperti dikutip kantor berita negara Iran, IRNA, seperti dinukil Sputnik.

Media internasional melaporkan delegasi Iran sempat meninggalkan ruangan setelah pernyataan Trump beredar di tengah perundingan. Bahkan, muncul laporan Iran tidak akan kembali ke meja perundingan sebelum adanya permintaan maaf.

Namun, Wakil Presiden AS JD Vance membantah Iran benar-benar keluar dari proses negosiasi dan menyebut pembicaraan masih berlangsung. Perbedaan pernyataan dari berbagai pihak ini menunjukkan dinamika yang masih fluktuatif dalam proses diplomasi antara Washington dan Teheran.

Pembicaraan antara kedua negara difasilitasi oleh Qatar dan Pakistan sebagai mediator. Pertemuan ini disebut sebagai bagian dari upaya lanjutan untuk meredakan ketegangan di kawasan Timur Tengah yang selama ini dipicu oleh konflik geopolitik dan program nuklir Iran.

Sebelumnya, pada 18 Juni 2026, Iran dan AS dilaporkan telah menandatangani nota kesepahaman secara jarak jauh yang mencakup penghentian konflik militer yang dimulai sejak 28 Februari 2026.

Kesepakatan tersebut juga mengatur tenggat waktu bagi AS untuk mencabut blokade laut, serta kewajiban Iran memulihkan jalur pelayaran di Selat Hormuz. Selain itu, Iran menegaskan komitmennya untuk tidak mengembangkan senjata nuklir, sementara isu program nuklir akan dibahas dalam perjanjian lanjutan dalam 60 hari ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *