
Kulon Progo,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo terus berupaya menekan angka pengangguran di wilayahnya. Saat ini, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kabupaten Kulon Progo tercatat berada di angka 2,14 persen.
Angka tersebut lebih rendah jika dibandingkan dengan rata-rata TPT Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang sebesar 3,46 persen, serta rata-rata nasional yang mencapai 4,85 persen.
Guna memperluas penyerapan tenaga kerja, Pemkab Kulon Progo melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) menggelar Job Fair 2026 di Taman Budaya Kulon Progo pada Selasa dan Rabu 23 -24 Juni 2026. Kegiatan ini untuk memfasilitasi pertemuan langsung antara pencari kerja dan perusahaan penyedia lapangan kerja secara gratis.
Kepala Disnaker Kulon Progo, Bambang Sutrisno, menjelaskan, dalam Job Fair tersebut dihadirkan 26 partisipan yang terdiri dari berbagai perusahaan hingga lembaga pencari kerja. Total, terdapat 2.055 lowongan kerja dari berbagai sektor usaha yang siap diserap oleh masyarakat.
Bursa kerja menjadi langkah strategis pemerintah untuk menjembatani persoalan ketenagakerjaan, khususnya terkait mismatch atau ketidaksesuaian kualifikasi.
“Bursa kerja menjadi wadah mempertemukan pencari kerja dan penyedia pekerjaan. Salah satu permasalahan yang terjadi saat ini, ketidaksesuaian antara kualifikasi, kompetensi, dan ekspektasi perusahaan terhadap pencari kerja,” ujarnya, 24 Juni 2026.
Bambang mencontohkan, di tahun lalu, ada 7.982 lowongan kerja yang tersedia di Kulon Progo, DIY, hingga luar negeri. Dari calon pekerja sebanyak 4.215 orang, terserap sebanyak 3.370 orang atau 42 persen dari lowongan kerja yang ada.
“Sedangkan di tahun 2026, sampai 31 Mei ada 2 ribu lowongan kerja dengan 1.258 pencari kerja yang terdaftar. Berhasil terserap 1.033 orang atau 51 persen,” ujarnya.
Dari data tersebut, efektivitas penyerapan lowongan kerja pada tahun 2026 (hingga bulan Mei) mengalami peningkatan performa menjadi 51 persen, dibandingkan tahun 2025 yang berada di angka 42 persen.
Melalui penyelenggaraan Job Fair atau bursa kerja 2026 ini, Pemkab Kulon Progo optimistis angka pengangguran dapat ditekan. Langkah ini diharapkan memperluas kesempatan kerja serta menurunkan angka kemiskinan daerah.



