
Gunungkidul,REDAKSI17.COM – Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, secara resmi membuka pelaksanaan kegiatan gotong royong tahun 2026 di wilayah Kapanewon Patuk. Acara yang dipusatkan di Padukuhan Terbah, Kalurahan Terbah, Senin, (29/6/2026) ini menjadi simbol dimulainya pembangunan infrastruktur di 12 titik lokasi yang tersebar di seluruh wilayah Kapanewon Patuk.
Dalam laporannya, Panewu Patuk, Baryono Buang Prasetyo menyampaikan bahwa kegiatan gotong royong tahun ini didasarkan pada Surat Edaran Bupati nomor B/400/10/5 tahun 2026 mengenai petunjuk teknis pelaksanaan kegiatan. Total anggaran yang dialokasikan untuk Kapanewon Patuk mencapai Rp384 juta.

“Terdapat 12 titik lokasi pembangunan yang mencakup 11 kalurahan, di mana Kalurahan Putat memiliki dua lokasi kegiatan. Beberapa proyek prioritas yang dilaksanakan antara lain, Pembuatan Cor Blok Jalan, yang berlokasi di Padukuhan Terbah (Kalurahan Terbah), Padukuhan Baran (Kalurahan Salam), dan Padukuhan Gambiran (Kalurahan Beji).” papar Panewu Patuk.
Kemudian Pembangunan Talud yang dilaksanakan di Padukuhan Klegung (Kalurahan Ngoro-oro), Padukuhan Sumber Tetes (Kalurahan Patuk), Padukuhan Gedali (Kalurahan Bhakti), Padukuhan Rancahan (Kalurahan Pengkok), serta Padukuhan Putat II dan Padukuhan Kubung (Kalurahan Putat).
Dan Pembangunan Drainase terletak di Padukuhan Doga (Kalurahan Nglanggeran) dan Padukuhan Wonosari (Kalurahan Semoyo).
Dalam sambutannya, Bupati Gunungkidul Endah Subekti menekankan bahwa gotong royong bukan sekadar tradisi, melainkan identitas bangsa Indonesia (Indonesian Identity) yang membedakan dengan bangsa lain. Ia mengutip pesan Bung Karno bahwa gotong royong adalah perasan dari nilai-nilai Pancasila yang menjadi kekuatan utama dalam mempercepat pembangunan.
Bupati juga mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam konsep pentahelix, mulai dari jajaran TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga mahasiswa KKN dari Universitas Gadjah Mada (UGM) yang turut serta membantu masyarakat.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap partisipasi masyarakat, Bupati mengungkapkan rencana untuk menambah anggaran gotong royong di masa mendatang agar menjangkau seluruh dusun. Selain itu, Bupati menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan penambahan Dana Keistimewaan (Dana Keis) DIY dari Rp1,2 triliun menjadi Rp1,5 triliun melalui diplomasi ke pemerintah pusat.
“Jika Dana Keistimewaan dapat bertambah, kami berharap setiap kalurahan bisa mendapatkan tambahan bantuan keuangan khusus (BKK) sebesar Rp1 miliar untuk mendukung aktivitas pembangunan di tingkat desa,” ujar Bupati.
Acara diakhiri dengan prosesi pengecoran jalan pertama oleh Bupati Gunungkidul di Padukuhan Terbah, yang kemudian diikuti dengan peninjauan ke beberapa titik lokasi lainnya seperti Ngoro-oro, Patuk, dan Nglanggeran.
Turut hadir dalam acara tersebut anggota DPRD Kabupaten Gunungkidul Maryati dan Mega Nusantara Wati, perwakilan Kodim 0730, Wakapolres Gunungkidul, BPBD, Dinas PUPRKP, serta seluruh Lurah se-Kapanewon Patuk.


