Beranda / Daerah / Sultan: DIY Jadi Pionir Gerakan Ruang Aman dan Nyaman Anak

Sultan: DIY Jadi Pionir Gerakan Ruang Aman dan Nyaman Anak

Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali menegaskan posisinya sebagai daerah yang konsisten menghadirkan inovasi perlindungan anak dan pembangunan manusia yang inklusif. Tak hanya dikenal sebagai Kota Pendidikan, DIY juga menjadi salah satu pionir Gerakan Nasional (Gernas) Ruang Aman dan Nyaman Anak (RANA), sebuah gerakan yang kini diadopsi secara nasional untuk memastikan setiap anak Indonesia tumbuh dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan.
Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno usai bersilaturahmi dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Kamis (3/7). Pada kesempatan itu, Sri Sultan menyatakan dukungan penuh terhadap Gernas RANA sebagai upaya menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak di berbagai ruang kehidupan.
Pratikno menuturkan, Kemenko PMK saat ini tengah menggerakkan Gernas RANA sebagai upaya bersama untuk menjamin keamanan dan kenyamanan anak di seluruh ruang kehidupan. Gerakan ini mencakup lingkungan keluarga, satuan pendidikan, ruang publik, hingga ruang digital yang kini menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian anak-anak.
“DIY merupakan Kota Pendidikan yang memiliki banyak inisiatif dan praktik baik dalam perlindungan anak. Bahkan, salah satu pionir Gerakan Ruang Aman dan Nyaman Anak ini juga berasal dari DIY. Karena itu, kami memohon dukungan Bapak Gubernur DIY untuk menyukseskan gerakan ini secara nasional,” ujar Pratikno.
Menurut Pratikno, DIY selama ini tidak hanya menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada anak, tetapi juga menunjukkan praktik nyata dalam membangun lingkungan yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat. Berbagai inovasi yang tumbuh di DIY menjadi sumber pembelajaran penting bagi pemerintah pusat dalam merumuskan kebijakan pembangunan manusia yang lebih berkeadilan.
Salah satu hal yang mendapat perhatian adalah komitmen DIY dalam memperluas akses pendidikan bagi penyandang disabilitas. Pratikno mengungkapkan, pemerintah pusat banyak belajar dari berbagai gagasan yang disampaikan Sri Sultan, termasuk penguatan pendidikan bahasa isyarat agar komunikasi dapat terjalin lebih setara antara anak tuli dan anak dengar.
“Pendidikan harus dapat diakses oleh seluruh anak bangsa tanpa terkecuali. Karena itu, kami terus mendorong berbagai program yang memberikan kesempatan setara bagi anak-anak difabel untuk belajar, berkembang, dan berpartisipasi secara penuh dalam kehidupan masyarakat,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Sri Sultan juga mendorong penguatan pelatihan keterampilan bagi penyandang disabilitas agar memiliki akses yang lebih luas terhadap dunia kerja. Gagasan tersebut dinilai selaras dengan upaya pemerintah untuk memastikan pembangunan yang inklusif dan tidak meninggalkan kelompok rentan.
Pratikno menyampaikan apresiasi atas berbagai inspirasi yang diperoleh dari DIY. Baginya, keberhasilan membangun ruang aman dan nyaman bagi anak tidak hanya bergantung pada regulasi, tetapi juga pada budaya gotong royong, kepedulian sosial, serta kolaborasi yang kuat antara keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah.
Sebagai langkah konkret, rangkaian peluncuran Gernas RANA akan dilakukan pada 12 Juli 2026 oleh Kementerian Agama dan 13 Juli 2026 oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Momentum tahun ajaran baru tersebut akan dimanfaatkan untuk memperkuat edukasi kepada siswa, orang tua, dan guru terkait pencegahan kekerasan terhadap anak, sekaligus memperkuat mekanisme pengaduan dan respons cepat apabila ditemukan indikasi kekerasan.
“Ruang aman dan nyaman bagi anak tidak hanya di sekolah. Keluarga, ruang publik, hingga ruang digital harus menjadi tempat yang melindungi dan mendukung tumbuh kembang anak. Karena itu, gerakan ini membutuhkan partisipasi seluruh masyarakat,” pungkas Pratikno.
Humas Pemda DIY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *