Beranda / Nasional Dan Internasional / Konflik Kian Memanas, Iran Ancam Balas Serangan AS

Konflik Kian Memanas, Iran Ancam Balas Serangan AS

Trump mengatakan pasukan militer AS telah melancarkan serangan besar terhadap Iran pada Selasa 7 Juli 2026, dan tidak menutup kemungkinan operasi serupa kembali dilakukan Rabu 8 Juli 2026 malam. (AP Photo/AP)

 

 

Istanbul,REDAKSI17.COM– Iran melontarkan ancaman keras kepada Amerika Serikat (AS) menyusul gelombang serangan terbaru yang dilancarkan militer AS terhadap sejumlah target di wilayah selatan negara tersebut. Teheran menegaskan pihak yang terlibat dalam serangan akan menerima balasan setimpal.

Penasihat militer senior Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, Mohsen Rezaei, mengatakan musuh agresor dan kaki tangannya akan menghadapi hukuman berat atas serangan yang kembali memperburuk ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Pernyataan tersebut disampaikan Rezaei melalui unggahan di platform media sosial X pada Kamis (9/7/2026), tidak lama setelah media Iran melaporkan serangkaian ledakan di beberapa wilayah selatan negara itu.

“Musuh agresor dan kaki tangannya akan dihukum berat,” tulis Rezaei.

Menurut laporan televisi pemerintah Iran, pecahan proyektil menghantam Rumah Sakit Imam Ali di Kota Chabahar, Provinsi Sistan dan Baluchestan. Meski demikian, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa akibat insiden tersebut.

Sementara itu, Kantor Berita Mehr melaporkan serangan yang terjadi di Provinsi Bushehr tidak menimbulkan kerusakan pada Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Bushehr, salah satu fasilitas strategis Iran.

Di sisi lain, Komando Pusat Amerika Serikat (Centcom) mengonfirmasi telah melancarkan serangan tambahan terhadap Iran. Washington menyebut operasi militer itu bertujuan melemahkan kemampuan Iran dalam mengancam kebebasan pelayaran internasional di kawasan Selat Hormuz.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyatakan gencatan senjata dengan Iran telah berakhir. Beberapa jam setelah pernyataan tersebut, media Iran melaporkan ledakan terjadi di sejumlah kota di wilayah selatan negara itu.

Rangkaian serangan terbaru dan ancaman balasan dari Iran semakin memperbesar kekhawatiran akan eskalasi konflik antara kedua negara, terutama di kawasan Selat Hormuz yang menjadi jalur penting perdagangan dan distribusi energi dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *