Beranda / Daerah / MPLS 2026 Resmi Dimulai: Pemkab Bantul Menyapa hingga Beri Edukasi Finansial

MPLS 2026 Resmi Dimulai: Pemkab Bantul Menyapa hingga Beri Edukasi Finansial

 

Bantul,REDAKSI17.COM – Bulan Juli menjadi momen istimewa bagi orang tua dan anak-anak yang akan memasuki sekolah untuk pertama kalinya. Di balik seragam baru dan semangat hari pertama sekolah, ada satu hal yang selalu menjadi perhatian, yakni bagaimana anak mampu beradaptasi dan melewati masa transisi di lingkungan yang sama sekali baru.

Untuk memuluskan proses tersebut, Pemerintah Kabupaten Bantul setiap tahun menyelenggarakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Mengingat pentingnya momen ini, Pemkab Bantul kembali menggelar Pembukaan MPLS 2026 secara hybrid agar dapat menyapa ribuan pendidik dan peserta didik baru secara luring maupun daring.

Tahun ini, melalui Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, pemerintah mengusung paradigma MPLS Ramah yang menempatkan murid sebagai subjek utama pembelajaran. MPLS dilaksanakan dengan tetap menghormati harkat dan martabat setiap murid serta bebas dari kekerasan, perundungan, diskriminasi, maupun aktivitas yang tidak mendidik.

“Sebaliknya MPLS harus menjadi ruang pembelajaran yang menyenangkan, inklusif, dan berorientasi pada penguatan karakter,” ujar Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Bantul, Nugroho Eko Setyanto, pada pembukaan MPLS 2026, Senin (13/07/2026).

Nugroho menambahkan, MPLS juga menjadi momentum untuk membangun rasa aman, nyaman, dan bahagia bagi peserta didik sejak hari pertama sekolah. Selain menyamakan persepsi seluruh pemangku kepentingan mengenai pelaksanaan MPLS Ramah, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, satuan pendidikan, orang tua, dan masyarakat dalam mewujudkan pendidikan yang bermutu.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengucapkan selamat datang kepada para siswa baru. Kepada para guru, ia menitipkan generasi muda Bantul untuk dididik dan dibimbing dengan penuh perhatian. Halim juga berpesan agar para siswa menaati orang tua dan guru sebagai sosok yang akan mendampingi mereka meraih cita-cita.

“Guru maupun orang tua kalian ini adalah orang-orang yang mencintai kalian, yang ingin mengantar kalian itu pada cita-cita kalian. Oleh karenanya, taatilah mereka, cintai mereka, sayangi mereka, ikuti sarankan mereka,” tuturnya penuh penekanan.

Pembukaan MPLS 2026 juga diisi dengan edukasi literasi keuangan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Bantul dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Daerah Istimewa Yogyakarta. Edukasi ini diberikan sebagai respons atas masih lebarnya kesenjangan antara indeks literasi dan inklusi keuangan di kalangan pelajar dan mahasiswa yang mencapai hampir 24 persen. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa banyak pelajar telah menggunakan produk dan layanan jasa keuangan, tetapi belum memahami manfaat maupun risikonya.

“Untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, kami bekerjasama dengan pemerintah daerah mengeluarkan program Satu Rekening Satu Pelajar. Hal ini juga sesuai dengan pesan Gubernur DIY untuk menggunakan prinsip gemi nastiti, yakni prinsip hemat, cermat, dan hati-hati dalam mengelola keuangan,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *