KRATON,REDAKSI17.COM – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI melalui Pusat Investasi Pemerintah (PIP) menyerahkan bantuan 80 unit becak kayuh listrik wisata (bekalista) kepada para pengemudi becak di Kota Yogyakarta. Termasuk ekosistem bekalista terkait sarana prasarana pendukung untuk operasional becak listrik. Pemerintah Kota Yogyakarta mengapresiasi Kemenkeu atas bantuan becak listrik sekaligus sarana prasarana pendukung. Bantuan itu juga mempercepat transformasi ke becak listrik dan mendukung penerapan pedestrian di kawasan Malioboro.

Bantuan bekalista itu secara simbolis diserahkan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X kepada perwakilan pengemudi becak di Sasana Hinggil Kraton Yogyakarta, Kamis (16/7/2026). Sedangkan sarana prasarana pendukung bekalista secara simbolis diserahkan oleh Purbaya kepada Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo. Usai penyerahan, Purbaya dan jajaran Kemenkeu, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono dan Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mencoba naik bekalista mengelilingi alun-alun selatan.

Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyerahkan bantuan unit bekalista secara simbolis kepada perwakilan pengemudi becak. 

Hasto mengucapkan terima kasih atas dukungan dari Kemenkeu melalui PIP dengan menghadirkan becak listrik dan ekosistem pendukung. Ada stasiun pengisi daya sampai bengkel induk di SMK N 3 Yogyakarta

“Ini dibikin oleh SMK. Sehingga kalau nanti ada kerusakan, service, after sales servicenya itu gampang karena ada SMK ini dibangun ekosistemnya. Kalau biasanya kan kita dikasih becak tapi ekosistemnya tidak dibangun. Ini ada charger di 12 titik kemudian mobile services,” kata Hasto ditemui usai menerima ekosistem bekalista.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo naik bekalista bantuan dari PIP Kemenkeu.

Hasto menyampaikan dengan bantuan bekalista itu menambah transformasi becak motor ke becak listrik dengan total mencapai hampir sekitar 320 unit becak listrik sejak awal angkatan pertama. Transformasi itu dilakukan bertahap sesuai dengan kemampuan menyediakan becak listrik. Pemkot Yogyakarta juga siap mendukung dengan pengadaan becak listrik melalui APBD.

Menurutnya keberadaan bekalista itu akan mendukung rencana penerapan pedestrian penuh di Malioboro.  “Ya sangat mendukung (pedestrian Malioboro). Ini kan nirpolusi jadi memenuhi syarat,” ujarnya.

Peluncuran bekalista ditandai dengan pemotongan pita.

Sementara itu Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa Purbaya mengatakan program bekalista adalah salah satu bentuk pemberdayaan berbasis komunitas. Dia menjelaskan ada 80 penerima manfaat program bekalista. Ekosistem bekalista untuk mendukung operasional becak listrik sudah disiapkan secara lengkap. Ada 12 stasiun pengisian daya, 1 unit bengkel bergerak atau mobile, 8 unit baterai cadangan dan bengkel induk di SMK Negeri 3 Yogyakarta.

“Seluruh pembangunan bekalista melibatkan seratus persen tenaga lokal. Mulai dari pabrikasi, perakitan, kelistrikan, hingga teaching factory di lingkungan lingkungan pendidikan kejuruan,” papar Purbaya saat penyerahan simbolis ekosistem bekalista.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa naik bekalista.

Pihaknya menegaskan bekalista diharapkan meningkatkan produktivitas dan pendapatan para pengayuh dan mengurangi beban fisik terutama bagi pengayuh berusia lanjut. Di samping itu memperkuat pariwisata hijau atau ecotourism melalui moda rendah emisi dan minim polusi suara. “Jadi, ini bukan cerita tentang mengganti becak lama dengan sesuatu yang baru. Tetapi menjadi menjaga ikon yang lama dengan memberi energi baru,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu Menteri Keuangan Purbaya juga membuka Pasar Rakyat UMi yang digelar di Alun-alun selatan Kraton Yogyakarta pada 16-18 Juli 2026. Kegiatan itu  menghadirkan 200 UMKM binaan PIP Kemenkeu, layanan Samsat, pajak daerah, berbagai perlombaan, hingga hiburan bagi masyarakat.

Unit pengisi daya bekalista juga disiapkan. 

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menilai bekalista mempertemukan tiga kepentingan penting, yaitu menjaga identitas budaya, memuliakan pelaku transportasi tradisional, dan membangun mobilitas yang lebih ramah lingkungan. Pihaknya juga mengapresiasi pembangunan ekosistem bekalista dengan kolaborasi Pusat Investasi Pemerintah Kemenkeu, pemerintah daerah, dunia pendidikan vokasi, pelaku usaha, dan komunitas pengemudi becak.

“Transformasi tidak cukup dilakukan dengan mengganti tenaga penggerak. Transformasi membutuhkan sistem pemeliharaan, peningkatan kapasitas pengemudi, kepastian bersama dalam layanan keselamatan dan kenyamanan. Bekalista juga perlu ditempatkan sebagai bagian dari mobilitas kawasan pusaka. Di kawasan budaya, transportasi tidak cukup hanya cepat. Transportasi harus tertib, bersih, manusiawi, dan menghormati karakter ruang,” ucap Sultan.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono mencoba bekalista.

Sedangkan Ketua Paguyuban Becak Motor Yogyakarta, Parmin menyampaikan terima kasih atas bantuan becak listrik dari Kemenkeu. Becak listrik itu untuk mentransformasi para becak motor yang selama ini beroperasional di kawasan Malioboro. “Kami sangat senang teman-teman mendapat bantuan becak listrik dari pemerintah. Karena untuk meningkatkan ekonomi dan bisa mengais rezeki dengan ramah lingkungan,” tandas Parmin ditemui di sela acara