Teheran,REDAKSI17.COM – Iran telah meminta milisi Houthi Yaman untuk bersiap menutup jalur minyak Laut Merah jika Amerika Serikat (AS) menyerang infrastruktur energi Iran, sehingga menimbulkan ancaman baru yang kuat terhadap pasokan energi global, Reuters melaporkan pada Kamis.
Menurut sumber yang dekat dengan Houthi, kelompok tersebut telah selesai mempersiapkan serangan terhadap kapal dengan mengerahkan rudal dan drone di dekat Selat Bab El-Mandeb, gerbang menuju Laut Merah di dataran tinggi Yaman dengan pemandangan Hodeidah dan Teluk Aden. Sumber tersebut mengatakan bahwa perwakilan Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) Iran, yang sudah berada di Yaman, akan mengendalikan keputusan kapan menutup Selat Bab El-Mandeb.
Sebelumnya pada Kamis, kantor berita Tasnim melaporkan ledakan lainnya di Bandar Abbas, Qeshm, dan Ahvaz. Sumber tersebut mengatakan serangan itu menargetkan jembatan yang menghubungkan Bandar Abbas ke Shiraz, yang dikenal sebagai jembatan Bandar Abbas-Khorstan-Lar. Pemadaman listrik saat ini memengaruhi wilayah-wilayah di Kahorstan.
Sementara itu, Fars News melaporkan serangan lain di Timur Tengah, dengan mengatakan bahwa terdengar ledakan sangat keras di Kuwait, dan suara itu juga terdengar di Basra.
Minyak WTI adalah jenis minyak mentah yang dijual di pasar internasional. WTI adalah singkatan dari West Texas Intermediate, salah satu dari tiga jenis utama termasuk Brent dan Dubai Crude. WTI juga disebut sebagai “ringan” dan “manis” karena gravitasi dan kandungan sulfurnya yang relatif rendah. Minyak ini dianggap sebagai minyak berkualitas tinggi yang mudah dimurnikan. Minyak ini bersumber dari Amerika Serikat dan didistribusikan melalui hub Cushing, yang dianggap sebagai “Persimpangan Pipa Dunia”. Minyak ini menjadi patokan untuk pasar minyak dan harga WTI sering dikutip di media.




