
Gunungkidul,REDAKSI17.COM – Mengawali pekan dengan semangat penguatan karakter, Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memberikan intuksi kepada setiap daerah di DIY, khususnya Kabupaten Gunungkidul untuk menggelar Upacara Bendera dan Deklarasi Pelajar Jogja Santun dan Cinta Damai bersama Warga Sekolah SMA/SMK se-DIY secara serentak pada Senin (20/07/2026). Salah satu titik pelaksanaan kegiatan ini berlangsung di SMA Negeri 1 Wonosari, di mana Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, hadir bertindak sebagai pembina apel untuk membacakan amanat langsung dari Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X.
Dalam amanat tertulisnya, Gubernur DIY menyampaikan keprihatinan mendalam atas fenomena kenakalan remaja yang kini telah melampaui pelanggaran disiplin biasa. Sri Sultan menyoroti maraknya penggunaan senjata tajam, penyalahgunaan obat terlarang seperti pil sapi, hingga konsumsi minuman oplosan yang membahayakan nyawa.

“Gubernur DIY menekankan, pentingnya filosofi leluhur Eling lan Waspada, ingat pada jati diri dan orang tua, serta waspada terhadap bahaya yang sering kali datang dengan wajah menyenangkan namun berujung penyesalan.” ujar Bupati Endah membacakan sambutan.
Sebagai bentuk keseriusan negara dalam melindungi anak, Gubernur DIY telah menerbitkan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 6512 Tahun 2026 tentang Penanganan Kenakalan Anak Usia Sekolah yang Berujung pada Tindak Pidana di Ruang Publik. Melalui Ingub ini, Sri Sultan memberikan instruksi tegas kepada Wali Kota dan para Bupati di seluruh DIY untuk melakukan langkah-langkah strategis,
“Kalian bukan sekadar siswa SMA/SMK. Kalian adalah calon dokter, guru, teknisi, pengusaha, anggota TNI/Polri, bahkan pemimpin bangsa di masa depan. Sungguh sayang jika potensi sebesar itu padam hanya karena satu malam yang salah,” tegas Sri Sultan dalam pesan yang dibacakan oleh Bupati Gunungkidul.
Upacara di SMA Negeri 1 Wonosari tersebut diakhiri dengan pembacaan deklarasi oleh seluruh siswa. Komitmen bersama ini mencakup penolakan terhadap kekerasan, narkoba, minuman keras, dan penggunaan senjata tajam. Para siswa bertekad untuk menjadi generasi yang berprestasi, berkarakter, dan bermartabat, serta berjanji untuk lebih bijak dalam memilih lingkungan pertemanan.
Gubernur DIY juga menitipkan pesan khusus bagi para orang tua agar menjadikan rumah sebagai benteng pertama dan utama. Dalam sambutannya, Sri Sultan meminta orang tua untuk tidak segan memastikan keberadaan putra-putrinya di rumah pada jam istirahat demi menjaga keselamatan mereka.
“Dengan sinergi antara pemerintah, sekolah, dan keluarga, diharapkan masa depan DIY sebagai pusat pendidikan dan budaya dapat terus terjaga melalui generasi muda yang unggul.” pungkas Bupati Endah membacakan arahan dari Gubernur DIY.


