Ginjal merupakan salah satu organ yang paling bekerja keras di dalam tubuh manusia. Bayangkan saja, setiap hari sepasang organ tersebut harus menyaring hampir 180 liter darah untuk membuang limbah, mengatur cairan tubuh, hingga membantu mengontrol tekanan darah.
Sayangnya, organ penting ini sering kali mengalami kerusakan secara diam-diam.
Berbeda dengan penyakit lain yang langsung menimbulkan rasa nyeri, penyakit ginjal kronis atau chronic kidney disease (CKD) bisa menggerogoti tubuh selama bertahun-tahun tanpa gejala sama sekali.
Hal inilah yang membuat jutaan orang di dunia baru sadar mengidap penyakit ini setelah kondisinya memasuki stadium lanjut.
“Ginjal memiliki cadangan fungsional yang luar biasa. Unit penyaring yang sehat secara otomatis bekerja lebih keras untuk mengkompensasi unit yang rusak,” jelas dr Srivatsa A, seorang konsultan nefrologis dari Rumah Sakit Apollo, India, dikutip dari Times of India.
“Karena kompensasi ini, pasien secara rutin kehilangan hingga 80 persen fungsi ginjal sebelum mengalami satu pun tanda penyakit yang terlihat,” sambungnya.
Mengapa Gejalanya Baru Muncul di Akhir?
Ketika fungsi ginjal sudah merosot tajam dan limbah beracun telanjur menumpuk di dalam aliran darah, barulah tubuh mengalami kegagalan sistemik yang mendalam. Dr Srivatsa menyebutkan pasien biasanya baru akan merasakan kelelahan terus-menerus, mual, kehilangan nafsu makan, hingga gatal-gatal parah di kulit.
Tak hanya itu, penumpukan cairan akan memicu pembengkakan pada pergelangan kaki, kaki, dan tangan. Rusaknya ginjal juga membuat produksi hormon eritropoietin atau pemicu sel darah merah menurun drastis, sehingga pasien menderita anemia yang bikin napas menjadi sering sesak.
Secara total, ada 9 gejala fisik yang patut diwaspadai jika sudah mulai muncul secara bersamaan:
Pembengkakan pada kaki, pergelangan kaki, atau wajah
Kelelahan yang terus-menerus
Nafsu makan yang memburuk
Mual atau muntah
Kram pada otot
Kesulitan berkonsentrasi atau linglung
Perubahan pada pola buang air kecil
Kulit terasa gatal parah
Tekanan darah tinggi (hipertensi) yang sulit dikendalikan
Baca juga:
Minum Air Tengah Malam Bisa Rusak Ginjal? Ini Kata Dokter
Apa yang Jadi Biang Kerok Utamanya?
Banyak orang mengira penyakit ginjal selalu bermula dari organ ginjal itu sendiri. Faktanya, pemicu utamanya justru sering kali berasal dari penyakit lain, yaitu diabetes dan tekanan darah tinggi.
Kadar gula darah yang tinggi dalam jangka panjang dapat merusak pembuluh darah kecil yang berfungsi sebagai filter alami ginjal. Begitu juga dengan hipertensi kronis.
Menurut dr Srivatsa, kondisi tersebut dapat mempersempit dan menebalkan pembuluh darah halus penyokong ginjal, lalu perlahan mengganti jaringan sehat menjadi jaringan parut.
Selain kedua penyakit tersebut, penyakit autoimun, infeksi berulang, penggunaan obat pereda nyeri jangka panjang secara sembarangan, merokok, hingga obesitas juga bisa memicu kerusakan ginjal.
Maka karena itu, bagi orang yang memiliki faktor risiko di atas, dokter sangat menyarankan untuk rutin melakukan tes darah sederhana (eGFR) dan tes urin guna mendeteksi kebocoran protein sebelum ginjal rusak permanen.





