Beranda / Daerah / Dasawarsa Djogja Antique Day, Rawat Paseduluran Lewat Motor Antik

Dasawarsa Djogja Antique Day, Rawat Paseduluran Lewat Motor Antik

Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Djogja Antique Day (DAD), event tahunan yang diselenggarakan Motor Antique Club Indonesia (MACI) Yogyakarta, kembali hadir pada 2026 dan menandai penyelenggaraannya yang ke-10. Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, menyambut baik sekaligus mengapresiasi komitmen MACI Yogyakarta dalam menjaga keberlangsungan event tersebut selama satu dekade.

Apresiasi tersebut disampaikan Sri Paduka saat menerima silaturahmi Ketua MACI Yogyakarta, Atmaji Apriliyanto beserta jajaran pada Rabu (05/08) di Gedhong Pareanom, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta. Sri Paduka menilai model paseduluran yang dibangun MACI Yogyakarta telah menjadi salah satu kekuatan Djogja Antique Day. Menurutnya, kebersamaan yang terjalin secara hangat, sederhana, dan tanpa sekat itulah yang perlu terus dipertahankan.

Selain itu, Sri Paduka berpesan agar kepengurusan MACI Yogyakarta pada masa mendatang juga dilengkapi dengan ketua harian, tidak hanya ketua umum. Ketua harian tersebut diharapkan berasal dari generasi muda yang mampu menjalin jejaring, merangkul berbagai pihak, serta adaptif terhadap perkembangan zaman.

Menanggapi pesan Sri Paduka tersebut, Ketua MACI Yogyakarta, Atmaji Apriliyanto yang akrab disapa April mengatakan, keterlibatan generasi muda dalam kepengurusan MACI Yogyakarta sebenarnya telah mulai dilakukan. Menurutnya, arahan tersebut akan menjadi masukan untuk semakin memperkuat peran generasi muda dalam kepengurusan ke depan, termasuk dengan menghadirkan ketua harian.

“Karena masa kepengurusan kami tahun ini sudah berakhir, kali ini kami sowan ke beliau juga termasuk untuk meminta arahan terkait kepengurusan kami yang ke-3, periode tiga besok. Tadi arahannya seperti itu, karena era sekarang itu sudah era milenial, generasi Z, ini yang muda juga dalam kepengurusan dimasukkan walaupun sebenarnya sudah kita mulai,” papar April.

April menjelaskan, selain membahas regenerasi kepengurusan, audiensi juga dilakukan untuk menyampaikan penyelenggaraan DAD 2026 yang tahun ini memasuki penyelenggaraan ke-10. Mengusung tajuk “Gassawarsa”, tema tersebut merupakan permainan kata dari dasawarsa yang disesuaikan dengan identitas komunitas motor.

“Karena memang ini teman-teman komunitas motor, jadi temanya diplesetke sithik, jadi Gassawarsa. Gas, Warsa, gas yang ke-10. Harapannya nanti sesuai arahan Sri Paduka, DAD kalau bisa setiap tahun harus ada dengan kesederhanaannya, tetap berjalan terus,” kata April.

Disebutkan April, setiap penyelenggaraan DAD selalu mengusung konsep yang berbeda. Namun, benang merah kegiatan tetap mengacu pada motto MACI Yogyakarta, yakni “Manunggaling Karya, Budaya, lan Motor Tua”, yang menjadi semangat dalam merawat warisan otomotif sekaligus budaya.

Melalui DAD, MACI Yogyakarta ingin menunjukkan bahwa komunitas motor bukan sekadar identik dengan aktivitas berkendara, tetapi juga menjadi ruang untuk berbagi gagasan, membangun kreativitas, dan mempererat kebersamaan. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi mengenai motor antik sebagai bagian dari sejarah transportasi di Indonesia.

“Harapannya dengan event ini kami bisa menunjukkan bahwa komunitas motor itu tidak mesti main motor hura-hura di jalan, tetapi berkumpul, sharing-sharing, menjalin ide-ide kreatif. Selain itu, event ini diharapkan juga menggerakkan roda perekonomian karena melibatkan teman-teman IKM dan UKM Jogja di situ,” ujar April.

April menyampaikan, DAD akan menghadirkan sekitar 30 pelaku IKM dan UMKM lokal. Event yang akan digelar pada 7-8 Agustus 2026 di Jogja Expo Center (JEC) mendatang ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya.

Humas Pemda DIY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *