
KULON PROGO,REDAKSI17.COM – Penyerahan penghargaan bagi para pemenang Kompetisi Bahasa dan Sastra Tahun 2026 tingkat Kabupaten Kulon Progo resmi digelar di Taman Budaya Kulon Progo (TBK), Selasa (21/7/2026). Rangkaian acara tahun ini terasa makin istimewa karena dikolaborasikan langsung dengan gelaran seni musik Keroncong Laras Taman Budaya.
Ajang bergengsi ini berhasil menyedot antusiasme luar biasa dari masyarakat. Pendaftaran yang dibuka sejak 15 April hingga 31 Mei 2026 tersebut mencatatkan lebih dari 800 peserta dari jenjang SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA sederajat, hingga masyarakat umum (khusus kategori Mendongeng).
Proses seleksi ketat telah berlangsung pada 17–26 Juni 2026, dilanjutkan pengumuman hasil pada 30 Juni 2026, hingga puncaknya pada babak final kompetisi yang diselenggarakan pada 19–21 Juli 2026. Sebanyak 7 kategori dilombakan dalam ajang ini, yaitu Alih Aksara Jawa, Maca Crita Cekak, Maca Geguritan, Macapat, Sesorah, Pranatacara, dan Mendongeng.

Kepala Bidang Bahasa, Sastra, Sejarah, dan Permuseuman Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kulon Progo, Gunawan Edy Nugroho, mengungkapkan bahwa dari ratusan pendaftar, seluruh finalis yang hadir hari ini telah melalui tahapan penilaian yang tajam.
“Tahun 2026 ini kompetisi bahasa dan sastra diikuti sebanyak 842 peserta. Kemudian disaring, dan babak finalnya berlangsung sejak Minggu hingga Selasa ini, lalu kita umumkan hasilnya hari ini,” ujar Gunawan.
Ia juga membagikan kabar membanggakan terkait prestasi literasi budaya Kulon Progo di tingkat regional. “Di tahun ini pula, Kulon Progo berhasil menjuarai Lomba Cerdas Cermat Museum tingkat DIY yang diwakili oleh SMP N 1 Wates,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala UPT Taman Budaya Kulon Progo, Murdiyono, menjelaskan bahwa kolaborasi kegiatan ini didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Non-Fisik. Acara Keroncong Laras Taman Budaya diselenggarakan selama dua hari, mulai Selasa (21/7/2026) hingga Rabu (22/7/2026) malam.
“Kegiatan ini menghadirkan 9 grup musik bernuansa keroncong. Ini bagian dari upaya Taman Budaya untuk makin menggiatkan musik keroncong di Kulon Progo. Selama ini keroncong identik dengan musik perjamuan, nah di sini kami coba kenalkan bahwa keroncong juga merupakan seni panggung yang megah,” jelas Murdiyono.
Tidak hanya menyuguhkan pertunjukan seni dan sastra, UPT TBK juga merangkul sektor ekonomi kreatif daerah dengan menggandeng para pelaku UMKM lokal.
“Di samping itu, kami juga memfasilitasi 20 lapak UMKM. Ini bentuk kepedulian dan komitmen kami terhadap peningkatan ekonomi warga melalui ruang kegiatan di Taman Budaya,” imbuhnya.
Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, yang hadir langsung memberikan piala dan piagam penghargaan, menyampaikan rasa bangga serta apresiasi tingginya kepada seluruh peserta, orang tua, dan jajaran Dinas Kebudayaan.
“Di sini berkumpul anak-anak hebat yang terpilah dan terpilih dari 840 peserta hingga tersisa beberapa finalis hari ini. Tentunya kalian sudah mengalami proses seleksi yang luar biasa dan ini merupakan hasil terbaik sesuai kriterianya. Siapa pun nanti pemenangnya, kalian semua adalah anak-anak hebat Kulon Progo,” tutur Agung.
Ia menegaskan pentingnya wadah kompetisi semacam ini sebagai pengalaman berharga untuk melatih mentalitas generasi muda sekaligus upaya melestarikan warisan leluhur.
“Hari ini saya ucapkan selamat atas penyelenggaraan Lomba Bahasa dan Sastra oleh Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kulon Progo serta pementasan Keroncong Laras Taman Budaya. Dua acara ini sangat bagus dan penting karena memberikan perhatian bagi kita semua tentang bagaimana mampu mempertahankan dan menaikkan derajat nilai seni budaya di daerah,” tegasnya.
Agung meyakini, melalui pertunjukan seni keroncong ini akan lahir talenta-talenta baru yang andal dari Kulon Progo. Selain itu, kompetisi bahasa dan sastra menjadi takaran penting dalam membentuk kepribadian anak.
“Ini adalah takaran untuk anak-anak kita mengenal ajang perlombaan, mengenal adanya kalah dan menang secara sportif. Ini penting untuk menguatkan kemampuan serta mental anak-anak agar benar-benar menjadi generasi yang hebat. Kepada Dinas Kebudayaan, terima kasih atas apresiasi dan perhatiannya dalam mendampingi anak-anak Kulon Progo bertumbuh dan berkembang menjadi para juara,” pungkasnya.
Penyerahan hadiah berlangsung khidmat dan meriah, ditutup dengan penampilan musik keroncong yang menghibur para tamu undangan serta masyarakat sekitar yang memadati kawasan TBK.



