Beranda / Nasional Dan Internasional / Prabowo Langsung Beri Tugas Baru Kepada Nani S Deyang

Prabowo Langsung Beri Tugas Baru Kepada Nani S Deyang

 

Kepala BGN Nani S Deyang mundur karena alasan kesehatan. Presiden Prabowo setuju dan memintanya menjadi Ketua Dewan Pengawas.-Bakom RI-

 

Jakarta,REDAKSI17.OM – Kabar mengejutkan datang dari Badan Gizi Nasional (BGN).

Nani S Deyang mengumumkan niatnya untuk mundur dari jabatan Kepala BGN setelah mengalami masalah kesehatan yang mengharuskannya menjalani pengobatan di luar negeri.

Keputusan tersebut ternyata telah disampaikan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto. Bahkan, Presiden disebut telah menyetujui pengunduran diri tersebut.

Namun, Nani S Deyang mengungkapkan bahwa dirinya tetap diminta untuk berkontribusi dengan posisi baru sebagai Ketua Dewan Pengawas BGN.

Informasi itu disampaikan Nani melalui unggahan di akun media sosial Facebook miliknya pada Rabu, 22 Juli 2026.

Dalam unggahan tersebut, perempuan yang akrab disapa Deyang itu mengaku akan fokus menjalani pengobatan jantung di luar negeri.

Ia menegaskan langkah tersebut bukan karena meragukan kemampuan tenaga medis di Indonesia, melainkan untuk memperoleh pendapat medis kedua atau second opinion.

“Dengan berat hati akhirnya saya pamit kepada Bapak Presiden untuk melakukan pengobatan di luar negeri terkait kondisi jantung saya,” tulisnya.

Meski tidak menjelaskan negara tujuan pengobatan, Deyang mengaku mendapat rekomendasi dari rekan dekat terkait tempat yang akan didatanginya.

Dalam kesempatan yang sama, Deyang mengungkapkan bahwa kondisi kesehatannya membuat dirinya merasa perlu melepaskan jabatan sebagai Kepala BGN.

Ia mengaku telah menyampaikan permohonan maaf kepada Presiden Prabowo dan meminta izin untuk mengundurkan diri demi fokus pada pemulihan.

Menurut Deyang, Presiden Prabowo memahami kondisinya dan menyetujui keputusan tersebut.

Namun, Presiden tetap menginginkan dirinya terlibat dalam pengawasan BGN agar reformasi yang telah berjalan tetap bisa dikawal.

“Presiden meminta saya tetap ikut mengawasi BGN,” ungkapnya.

Deyang menyebut kemungkinan akan dibentuk Dewan Pengawas BGN, dan dirinya diminta menjadi ketuanya.

Baginya, posisi pengawasan masih memungkinkan untuk dijalankan meski kondisi kesehatan belum sepenuhnya pulih.

Ia bahkan berkelakar bahwa dirinya masih sanggup “mencereweti” apabila ada hal yang dianggap tidak sesuai, selama tidak berkaitan langsung dengan pengelolaan keuangan.

Pernyataan bahwa dirinya diminta menjadi Ketua Dewan Pengawas menjadi perhatian publik.

Hal itu menunjukkan Presiden Prabowo masih menaruh kepercayaan besar kepada Deyang untuk mengawal keberlanjutan program-program strategis di BGN.

Deyang menegaskan dirinya akan tetap mendukung pemerintahan Prabowo, terutama program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang selama ini menjadi salah satu prioritas nasional.

Ia mengaku telah mendampingi perjuangan Prabowo selama sekitar 14 tahun dan memahami secara langsung tujuan utama program MBG.

Menurutnya, MBG bukanlah program politik seperti yang sering dituduhkan sejumlah pihak.

Program tersebut, kata dia, bertujuan untuk memperbaiki kualitas gizi anak-anak Indonesia agar tumbuh sehat dan mampu menjadi generasi emas di masa depan.

Ia bahkan menanggapi anggapan bahwa puluhan juta penerima manfaat MBG berkaitan dengan kepentingan Pemilu 2029.

Deyang menilai tudingan itu tidak tepat karena sebagian besar penerima manfaat saat ini adalah balita hingga siswa sekolah dasar yang belum memiliki hak pilih pada pemilu mendatang.

Selain manfaat kesehatan, Deyang menilai program MBG juga memberikan efek berganda terhadap perekonomian masyarakat.

Ia mencontohkan saat program MBG dihentikan sementara selama libur sekolah selama tiga pekan. Menurutnya, petani dan peternak mulai merasakan dampak karena hasil produksi mereka tidak terserap seperti biasanya.

Akibatnya, harga sejumlah komoditas pertanian dan peternakan mengalami penurunan.

Pedagang pasar pun disebut ikut terdampak karena sebagian sayur dan buah tidak laku terjual.

Hal tersebut, menurut Deyang, menjadi bukti bahwa MBG tidak hanya menyasar perbaikan gizi anak, tetapi juga mampu menggerakkan roda ekonomi di tingkat bawah.

Meski belum lama menjabat, Deyang mengaku telah meletakkan fondasi reformasi di tubuh BGN.

Ia menyebut sudah melakukan pergantian lima pejabat eselon I yang berasal dari berbagai kementerian dan lembaga, di antaranya Kementerian Kesehatan, Kemendikdasmen, Kementerian Keuangan, BPKP, hingga Kejaksaan.

Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat profesionalisme dalam pengelolaan BGN.

Selain itu, BGN juga disebut telah membentuk 11 tim reformasi untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG.

Salah satu fokusnya adalah memastikan puluhan juta penerima manfaat benar-benar tepat sasaran.

Deyang mengatakan Presiden Prabowo telah menyetujui agar program MBG diprioritaskan untuk kelompok 3B, yakni balita, ibu menyusui (busui), dan ibu hamil (bumil).

Selain itu, siswa SD, SMP, hingga pelajar di wilayah 3T atau daerah tertinggal, terdepan, dan terluar juga menjadi prioritas penerima manfaat.

BGN juga tengah melakukan evaluasi terhadap ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi untuk memastikan seluruhnya memenuhi standar dan petunjuk teknis yang berlaku.

Kini, Deyang memilih fokus pada proses pemulihan kesehatannya. Ia mengaku tidak ingin lagi mengabaikan kondisi tubuhnya dan akan lebih memperhatikan pola makan, olahraga, serta mengurangi tingkat stres.

Meski demikian, dukungannya terhadap program MBG tetap tidak berubah.

Ia berharap masyarakat terus memberikan dukungan karena program tersebut diyakini dapat membawa manfaat besar bagi kesehatan anak-anak Indonesia sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *